Skip to main content

Reses Erni Novita 2026: Warga Minta Penerangan Jalan Jelang Ramadan

Reses Erni Novita 2026: Warga Minta Penerangan Jalan Jelang Ramadan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PPP, Erni Novita, melaksanakan kegiatan reses pertama masa sidang tahun 2026 dengan menggelar pertemuan langsung bersama masyarakat di kediamannya, Selasa (17/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan warga dari tiga kecamatan, yakni Muara Bangkahulu, Teluk Segara, serta Sungai Serut.

Puluhan warga tampak antusias menghadiri reses tersebut. Sejak sore hari, masyarakat sudah berdatangan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta harapan mereka terkait berbagai persoalan di lingkungan masing-masing. Suasana pertemuan berlangsung akrab, tanpa sekat, sehingga warga merasa lebih leluasa mengutarakan kebutuhan yang selama ini dirasakan.

Dalam pertemuan itu, isu infrastruktur masih menjadi topik utama yang banyak disampaikan warga. Beberapa masyarakat mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak, berlubang, serta minim penerangan, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Menurut warga, kondisi tersebut sudah cukup lama terjadi, namun belum mendapatkan penanganan yang maksimal.

Salah satu aspirasi yang paling banyak disuarakan adalah terkait kebutuhan lampu penerangan jalan. Warga Kelurahan Sukamerindu secara khusus meminta agar pemerintah daerah segera memasang lampu jalan di beberapa titik yang masih gelap. Mereka menilai penerangan sangat penting, apalagi menjelang bulan suci Ramadan, ketika aktivitas masyarakat di malam hari meningkat.

“Kalau malam gelap sekali, apalagi kalau mau ke masjid untuk salat tarawih. Banyak ibu-ibu dan anak-anak yang takut keluar rumah karena jalannya sepi dan tidak ada lampu,” ungkap salah seorang warga saat menyampaikan aspirasinya.
Selain faktor keamanan, minimnya penerangan juga dinilai menghambat aktivitas sosial masyarakat. Beberapa warga menyebutkan bahwa kondisi gelap sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya tindak kriminal. Oleh karena itu, pemasangan lampu jalan dianggap sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar fasilitas pelengkap.

Tidak hanya infrastruktur fisik, persoalan bantuan sosial (bansos) juga menjadi perhatian warga. Mereka berharap agar penyaluran bansos ke depan bisa lebih tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Menurut sebagian warga, masih ada penerima bantuan yang dinilai kurang layak, sementara warga yang lebih membutuhkan justru belum terdata.

“Harapan kami, data penerima bansos bisa diperbarui lagi, supaya tidak ada kecemburuan sosial. Yang benar-benar membutuhkan, itulah yang didahulukan,” kata salah satu tokoh masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Erni Novita menyampaikan bahwa reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk turun langsung ke lapangan dan mendengar keluhan masyarakat. Ia menegaskan, semua masukan yang disampaikan akan dicatat dan diperjuangkan melalui jalur resmi di DPRD.

Menurutnya, persoalan lampu jalan dan infrastruktur dasar memang menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan warga. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Insyaallah semua aspirasi ini akan saya sampaikan dalam rapat-rapat dewan. Khusus lampu jalan, saya paham betul itu kebutuhan penting, apalagi untuk aktivitas ibadah masyarakat di malam hari,” ujarnya.
Terkait bantuan sosial, Erni juga menekankan pentingnya validasi data penerima. Ia mendorong agar pemerintah daerah bersama perangkat kelurahan dan RT/RW lebih aktif melakukan pendataan ulang, sehingga penyaluran bansos bisa lebih adil dan transparan.

Kegiatan reses tersebut ditutup dengan dialog santai antara warga dan Erni Novita. Masyarakat berharap, pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata. Warga menilai kehadiran langsung wakil rakyat di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa aspirasi mereka masih didengar dan diperhatikan.

Dengan adanya reses ini, masyarakat berharap berbagai persoalan, mulai dari penerangan jalan, perbaikan infrastruktur, hingga penyaluran bantuan sosial, dapat segera terealisasi. Mereka optimistis, melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan, kebutuhan warga bisa lebih cepat ditangani demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan sejahtera.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra