Skip to main content

Reses Reni Heryanti Diserbu Keluhan: Drainase Rusak dan Lampu Jalan Gelap Jadi Sorotan

Reni Heryanti,Politisi dari Fraksi Demokrat yang mewakili daerah pemilihan Ratu Agung–Ratu Samban

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Suasana kediaman Anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu, Reni Heryanti, diwarnai antusiasme warga saat kegiatan penjaringan aspirasi digelar pada Senin (16/2). Politisi dari Fraksi Demokrat yang mewakili daerah pemilihan Ratu Agung–Ratu Samban itu menerima berbagai keluhan masyarakat yang selama ini dirasakan belum mendapat solusi maksimal.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, persoalan infrastruktur menjadi topik paling dominan. Warga menyoroti kondisi drainase yang kurang berfungsi optimal serta minimnya penerangan jalan di sejumlah titik permukiman. Kondisi tersebut dinilai semakin mendesak untuk segera dibenahi, terutama menjelang bulan suci Ramadan, ketika aktivitas masyarakat pada malam hari meningkat signifikan.

Reni Heryanti menjelaskan, permintaan pemasangan lampu jalan menjadi aspirasi yang paling sering disampaikan. Menurutnya, banyak akses menuju masjid maupun gang pemukiman yang masih gelap, sehingga menimbulkan rasa tidak aman bagi warga yang hendak beribadah, khususnya saat salat tarawih dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Warga berharap ada perhatian serius terhadap penerangan jalan. Apalagi menjelang Ramadan, aktivitas malam hari tentu lebih ramai. Jangan sampai masyarakat merasa waswas hanya karena jalan yang dilalui minim cahaya,” ujarnya.

Beberapa lokasi yang disebutkan warga antara lain RT 11 Kelurahan Kebun Beler, RT 11 Kelurahan Tanah Patah, RT 1 Sawah Lebar, serta sejumlah titik lain di Kecamatan Ratu Agung dan Ratu Samban. Sebagian usulan tersebut, lanjut Reni, sebenarnya sudah pernah disampaikan pada kesempatan sebelumnya. Namun hingga kini realisasinya belum sepenuhnya terealisasi.

Ia mengakui, desakan warga terkait penerangan jalan cukup kuat. Bahkan, demi menjawab kebutuhan mendesak di salah satu masjid, ia mengambil langkah pribadi dengan membantu pengadaan lampu. Menurutnya, inisiatif tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan masyarakat dalam beribadah.

“Saya melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan. Kalau memang bisa dibantu secara pribadi untuk sementara, tentu saya lakukan. Yang penting masyarakat merasa aman dan nyaman,” katanya.

Selain lampu jalan, persoalan drainase juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan saluran air yang tersumbat dan kurang terawat sehingga berpotensi menyebabkan genangan saat hujan turun. Reni menegaskan, persoalan tersebut akan menjadi prioritas pembahasan bersama dinas terkait, mengingat fungsi drainase sangat penting untuk mencegah banjir di kawasan padat penduduk.

Di luar isu infrastruktur, reses tersebut juga diwarnai kekhawatiran warga terhadap aktivitas mencurigakan di sejumlah rumah kos. Masyarakat menyampaikan keresahan atas dugaan praktik asusila terselubung yang diduga melibatkan penghuni kos tertentu. Kondisi itu dinilai meresahkan lingkungan sekitar.

Reni menyebut, persoalan tersebut bukan semata pada keberadaan rumah kos, melainkan pada oknum penghuni yang tidak mematuhi norma dan aturan. Ia menekankan pentingnya pengawasan serta kepatuhan terhadap regulasi yang sudah ada, termasuk kewajiban melapor kepada Ketua RT dalam waktu 1x24 jam bagi setiap pendatang atau penghuni kos.

“Aturan sebenarnya sudah jelas. Setiap penghuni wajib melapor. Ini demi ketertiban bersama. Kalau tidak dipatuhi, tentu akan menimbulkan masalah di lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para pemilik kos agar tidak lepas tangan terhadap aktivitas penyewanya. Menurut Reni, pemilik properti memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk memastikan tempat usahanya tidak disalahgunakan.

Berdasarkan informasi warga, beberapa titik di kawasan Kebun Beler menjadi perhatian khusus. Bahkan, disebutkan bahwa Wali Kota Bengkulu sempat melakukan peninjauan langsung ke salah satu lokasi yang dianggap bermasalah. Hal ini menunjukkan bahwa isu tersebut telah menjadi perhatian bersama.

Menutup kegiatan reses, Reni Heryanti menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi yang dihimpun ke forum pembahasan di DPRD Kota Bengkulu. Ia berharap sinergi antara legislatif dan Pemerintah Kota Bengkulu dapat mempercepat realisasi perbaikan infrastruktur serta penegakan aturan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih tertib, aman, dan kondusif, terutama menjelang Ramadan.

“Semua masukan warga akan kami perjuangkan. Tujuan kita sama, yaitu menghadirkan lingkungan yang nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra