TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, semangat mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan agama Islam tetap menyala di Desa Taba Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah. Sebuah bangunan sederhana yang telah berdiri sejak tahun 2010 menjadi saksi perjuangan para guru dan santri dalam menuntut ilmu keagamaan.
Bangunan berukuran sekitar 6 x 4 meter itu tampak jauh dari kata layak. Dindingnya terbuat dari papan, sementara lantainya hanya berupa semen yang dilapisi ambal atau karpet usang yang sebagian telah robek. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat puluhan anak untuk mengikuti kegiatan belajar setiap harinya.
Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) tersebut saat ini menampung sekitar 68 santri yang berasal dari lima desa di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah. Setiap sore hingga malam hari, tepat setelah Salat Magrib, bangunan sederhana itu berubah menjadi pusat pembelajaran ilmu agama bagi anak-anak.
Kegiatan belajar mengajar berlangsung secara rutin dengan bimbingan enam tenaga pendidik yang secara ikhlas mengabdikan diri demi mencetak generasi yang memiliki bekal ilmu agama, akhlak mulia, dan kemampuan membaca Al-Qur'an.
Meski harus menghadapi berbagai keterbatasan, proses pendidikan tetap berjalan tanpa henti. Para guru memanfaatkan fasilitas yang ada agar para santri tetap dapat belajar dengan nyaman meski jauh dari fasilitas pendidikan yang memadai.
Pimpinan MDTA, Bukhori, mengatakan lembaga yang dipimpinnya merupakan bagian dari pendidikan Islam nonformal yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama. Selain menyelenggarakan pendidikan Madrasah Diniyah, lembaga tersebut juga melaksanakan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) sebagai wadah pembelajaran membaca, menulis, dan memahami Al-Qur'an bagi anak-anak.
"Sejak berdiri pada tahun 2010 hingga sekarang, kami terus berupaya memberikan pendidikan agama kepada anak-anak meskipun dengan segala keterbatasan yang kami miliki. Yang terpenting bagi kami adalah anak-anak tetap mendapatkan bekal ilmu agama," ujar Bukhori.
Menurutnya, keberadaan MDTA memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Selain mempelajari ilmu fikih, akidah, akhlak, dan sejarah Islam, para santri juga dibimbing agar memiliki kebiasaan beribadah serta menghormati orang tua dan guru.
Namun demikian, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan utama. Hingga kini, ruang belajar belum memiliki sarana yang memadai seperti meja belajar, kursi, lemari kitab, maupun bangunan permanen yang lebih aman dan nyaman untuk proses pembelajaran.
Saat musim hujan tiba, para guru dan santri kerap dihadapkan pada kondisi bangunan yang kurang mampu memberikan perlindungan secara maksimal. Kendati demikian, semangat belajar para santri tetap tinggi. Mereka datang dengan penuh antusias setiap sore untuk mengikuti pelajaran agama.
Bukhori berharap keberadaan MDTA di Desa Taba Lagan mendapat perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha maupun para dermawan. Menurutnya, dukungan berupa pembangunan ruang belajar yang layak maupun bantuan perlengkapan pendidikan akan sangat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah maupun masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan Islam. Fasilitas yang lebih baik tentu akan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan memberikan semangat baru bagi anak-anak," harapnya.
Keberadaan MDTA ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak selalu bergantung pada kemegahan bangunan. Di balik ruang belajar yang sederhana, tumbuh semangat pengabdian para guru dan tekad para santri untuk terus menimba ilmu agama sebagai bekal kehidupan di masa depan.
Madrasah sederhana di Desa Taba Lagan tersebut menjadi simbol bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus menebarkan cahaya ilmu. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan lembaga pendidikan ini dapat berkembang dan terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjadi penerus bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Penulis : Wartawan teropongpublik.co.id