TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>>> Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah selatan provinsi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung proyek peningkatan ruas Jalan Nanjungan–Bintasan–Kembang Sri yang berada di Desa Cinto Mandi, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat (20/2).
Ruas jalan sepanjang enam kilometer tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat setempat, terutama dalam menunjang mobilitas warga serta kelancaran distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Dalam kunjungannya, Gubernur memastikan bahwa proyek pembangunan jalan dan jembatan yang telah berjalan akan diselesaikan secara bertahap hingga tuntas.
Pemerintah Provinsi Bengkulu sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,4 miliar untuk pembangunan infrastruktur di jalur tersebut. Hingga saat ini, sebagian ruas telah rampung dikerjakan, sementara sisa pekerjaan sepanjang tiga kilometer ditargetkan selesai pada tahun anggaran berjalan.
“Pembangunan ini tidak berhenti di tengah jalan. Tahun ini kita lanjutkan dan tuntaskan sisa pekerjaan. Target kita jelas, seluruh jalan yang menjadi kewenangan provinsi akan berada dalam kondisi baik selama masa kepemimpinan kami,” tegas Helmi Hasan di sela-sela peninjauan.
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jalan yang memadai akan memangkas biaya transportasi, mempercepat waktu tempuh, serta membuka peluang ekonomi baru di kawasan pedesaan.
“Ketika akses terbuka dan jalan bagus, hasil kebun dan pertanian bisa dipasarkan lebih cepat. Ini berdampak langsung pada pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Selain meninjau progres pembangunan jalan, Gubernur Bengkulu juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menyosialisasikan program nasional yang berkaitan dengan penguatan ekonomi rakyat. Ia mengajak pemerintah desa dan masyarakat untuk mendukung pembentukan Koperasi Merah Putih, sebuah inisiatif ekonomi kerakyatan yang diusung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Helmi, koperasi tersebut diharapkan menjadi sarana distribusi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus wadah penguatan ekonomi lokal berbasis gotong royong. “Kalau koperasi berjalan baik, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku ekonomi,” katanya.
Komitmen pembangunan infrastruktur juga berlanjut pada perencanaan tahun anggaran berikutnya. Untuk Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan dana sebesar Rp32,5 miliar guna melanjutkan pembangunan dan rekonstruksi sejumlah ruas jalan serta jembatan di wilayah Bengkulu Selatan dan sekitarnya.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk beberapa proyek strategis, di antaranya rekonstruksi Jalan Kelutum–Simpang Pino dengan nilai Rp12 miliar, peningkatan ruas Kurawan–Pintu Layang–Padang Lebar sebesar Rp15 miliar, serta pembangunan Jembatan Air Selali Besar yang menelan anggaran Rp5,5 miliar.
Sementara itu, Kepala Desa Cinto Mandi, Sekaman, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah provinsi terhadap desanya. Ia menilai pembangunan jalan tersebut telah lama dinantikan oleh masyarakat karena menjadi urat nadi aktivitas warga.
“Jalan ini sangat penting bagi kami. Dengan kondisi yang semakin baik, aktivitas warga menjadi lebih lancar dan aman. Atas nama masyarakat Desa Cinto Mandi, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan jajaran,” ungkapnya.
Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas antar desa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara bertahap. Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis, dengan akses yang memadai, Bengkulu Selatan akan berkembang menjadi kawasan produktif yang berdaya saing dan sejahtera.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra