Skip to main content

RT 02 Kelurahan Jalan Gedang Kota Bengkulu,Rayakan HUT RI dengan Perlombaan Tradisional yang Meriah

RT 02 Kelurahan Jalan Gedang Kota Bengkulu,Rayakan HUT RI dengan Perlombaan Tradisional yang Meriah.Sabtu(17/8)(AMG - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-79, RT 02 Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka kembali menggelar serangkaian perlombaan tradisional. Acara ini menjadi momen yang dinantikan oleh warga setempat, terutama anak-anak dan ibu-ibu yang antusias mengikuti berbagai perlombaan yang diadakan.

Ketua RT 02 Kelurahan Jalan Gedang, Iwan Supratman, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti-nantikan oleh warga. “Perlombaan ini biasa kami laksanakan setiap tahunnya. Walaupun hanya sederhana, namun sangat bermakna bagi kami semua. Kegiatan ini bukan hanya untuk memperingati HUT RI, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Perlombaan Anak-Anak yang Meriah
Salah satu yang paling dinantikan dalam acara ini adalah berbagai perlombaan untuk anak-anak. Di antara perlombaan yang digelar, ada lomba lompat karung, makan kerupuk, mindakan karet dengan pipet, dan tahan tawa.

Lomba lompat karung selalu menjadi favorit bagi anak-anak. Mereka dengan penuh semangat melompat-lompat dalam karung sambil berusaha mencapai garis finish lebih cepat dari teman-temannya. Tak jarang, tawa riuh terdengar saat ada peserta yang terjatuh atau karungnya tersangkut di tengah-tengah lompatan. “Lomba ini selalu seru, apalagi kalau ada yang jatuh. Tapi yang penting semua senang,” kata Siti, seorang ibu yang anaknya turut serta dalam perlombaan.

Lomba makan kerupuk juga tak kalah meriah. Anak-anak berusaha sekuat tenaga untuk menghabiskan kerupuk yang tergantung pada tali, tanpa boleh menggunakan tangan. Raut wajah lucu dan penuh perjuangan mereka saat mencoba menggigit kerupuk membuat para penonton tertawa terbahak-bahak.

Selain itu, lomba mindakan karet dengan pipet juga menarik perhatian. Dalam perlombaan ini, anak-anak harus memindahkan karet gelang dari satu tempat ke tempat lain hanya dengan menggunakan pipet yang digigit di mulut mereka. “Lomba ini menguji kesabaran dan konsentrasi anak-anak. Terkadang, karet jatuh atau tidak bisa dipindahkan, tetapi justru itu yang membuat lomba ini semakin seru,” ungkap Yani, seorang ibu yang turut mendampingi anaknya.

Yang tak kalah seru adalah lomba tahan tawa. Dalam lomba ini, peserta harus bisa menahan tawa sekuat tenaga saat diberi berbagai guyonan oleh panitia. Peserta yang tertawa pertama kali dinyatakan kalah. “Lomba ini memang sederhana, tapi justru yang paling sulit karena kita harus menahan tawa. Lucu sekali melihat anak-anak berusaha serius tapi akhirnya tertawa juga,” tambah Iwan sambil tertawa.

Peran Aktif Ibu-Ibu dalam Meramaikan Acara
Selain anak-anak, ibu-ibu di RT 02 juga turut berpartisipasi aktif dalam perlombaan. Mereka mengikuti lomba makan kerupuk.dan tahan napas, Ibu-ibu berlomba dengan semangat yang tak kalah dari anak-anak, menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal usia.

Dalam lomba tahan napas, suasana semakin seru ketika dua tim yang terdiri dari ibu-ibu berusaha keras menahan napas

Makna di Balik Kesederhanaan
Iwan Supratman menambahkan bahwa meskipun acara ini sederhana, namun memiliki makna yang mendalam bagi warga RT 02. “Ini adalah bentuk kebersamaan dan kekompakan kita sebagai warga. Melalui perlombaan ini, kita tidak hanya memperingati HUT RI, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, sportivitas, dan persatuan kepada anak-anak dan seluruh warga,” tuturnya.

Acara ini diakhiri dengan pembagian hadiah untuk para pemenang lomba. Walaupun hadiahnya tidak seberapa, namun kebahagiaan dan kebersamaan yang tercipta dalam acara ini jauh lebih berharga. Warga RT 02 berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi memperingati kemerdekaan Indonesia

Pewarta: AMG

Editing: Adi Saputra