TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>>> Upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu membantu warga yang rumahnya terdampak gempa bumi di kawasan Betungan, Kota Bengkulu, terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah rumah yang dibangun melalui dukungan pemerintah kini telah memasuki tahap penyelesaian dan ditargetkan dapat segera ditempati oleh para penerima bantuan.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari komitmen Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam merespons kondisi masyarakat yang mengalami kerusakan tempat tinggal akibat bencana. Bantuan tidak hanya berhenti pada penyampaian janji, tetapi diwujudkan melalui pembangunan kembali rumah warga secara bertahap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, mengatakan proses pembangunan rumah korban gempa dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, pembangunan tersebut bermula dari komitmen Gubernur Helmi Hasan setelah melihat langsung kondisi warga yang terdampak. Pemerintah kemudian melakukan penanganan dengan membangun rumah-rumah yang mengalami kerusakan dan membutuhkan bantuan.
“Ketika terjadi gempa di Betungan, Pak Gubernur menyampaikan akan membantu pembangunan rumah warga yang rusak. Alhamdulillah, sekarang pelaksanaannya sudah hampir tuntas,” ujar Tejo.
Dibangun Secara Bertahap
Tejo menjelaskan, jumlah rumah yang mendapatkan dukungan pembangunan tidak seluruhnya dikerjakan dalam satu tahap. Pada tahap pertama, Pemerintah Provinsi Bengkulu membangun sebanyak sembilan unit rumah bagi warga terdampak.
Setelah itu, Pemerintah Kota Bengkulu turut mengambil bagian dengan membangun empat unit rumah. Dukungan kemudian kembali dilanjutkan Pemprov Bengkulu melalui pembangunan tambahan sebanyak empat unit rumah.
Dengan pola pembangunan secara bertahap tersebut, pemerintah berupaya memastikan warga terdampak memperoleh kembali tempat tinggal yang layak setelah rumah mereka mengalami kerusakan akibat gempa.
“Awalnya sembilan unit dibangun oleh provinsi, kemudian empat unit dibangun Pemerintah Kota Bengkulu. Setelah itu, provinsi kembali menambah empat unit rumah,” jelas Tejo.
Lima Rumah Masuk Tahap Akhir
Dari keseluruhan pembangunan yang dilakukan, Tejo menyebut masih terdapat sekitar lima unit rumah yang belum sepenuhnya selesai. Namun, pengerjaan terhadap rumah-rumah tersebut kini telah berada pada tahapan akhir.
Aktivitas pembangunan masih berlangsung setiap hari. Para pekerja terus melakukan penyelesaian terhadap bagian-bagian rumah yang belum rampung sehingga bangunan dapat segera diserahkan kepada masyarakat penerima bantuan.
Tejo optimistis seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan pekerjaan agar target penyelesaian dapat tercapai.
“Pengerjaannya setiap hari terus berjalan. Insyaallah dalam waktu dekat segera selesai,” katanya.
Penyelesaian rumah tersebut diharapkan menjadi kabar baik bagi keluarga yang selama ini menunggu tempat tinggal mereka kembali layak dihuni. Rumah yang dibangun bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pemulihan kehidupan masyarakat setelah menghadapi dampak bencana.
Menggunakan Dana Peduli Bencana
Dari sisi pembiayaan, pembangunan rumah korban gempa tersebut menggunakan Dana Peduli Bencana Bengkulu yang berada di lingkungan Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Provinsi Bengkulu.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung penanganan masyarakat yang terdampak bencana, termasuk membantu pemulihan tempat tinggal warga yang mengalami kerusakan.
Tejo menerangkan, sumber dukungan tersebut salah satunya berasal dari bantuan Bhayangkari Mabes Polri yang kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan penanganan warga terdampak bencana di Bengkulu.
“Anggarannya menggunakan Dana Peduli Bencana Bengkulu yang berada di Biro Pemkesra. Salah satunya berasal dari bantuan Bhayangkari Mabes Polri,” terang Tejo.
Pemulihan Pascabencana
Pembangunan rumah warga di Betungan memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan proses dan kolaborasi lintas pemerintahan. Pemerintah provinsi dan pemerintah kota mengambil peran sesuai dengan dukungan yang tersedia.
Selain memastikan bangunan kembali berdiri, penyelesaian rumah juga menjadi bagian penting dalam mengembalikan rasa aman masyarakat. Warga yang sebelumnya harus menghadapi kerusakan tempat tinggal diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas keluarga secara normal setelah rumah selesai dibangun.
Pemprov Bengkulu memastikan pengerjaan terus dikawal hingga seluruh unit yang menjadi tanggung jawab pemerintah dapat diselesaikan. Dengan demikian, komitmen bantuan kepada korban gempa di kawasan Betungan tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi diwujudkan hingga rumah siap digunakan.
Pewarta: Amg
Editing : Adi Saputra