TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan peningkatan kemampuan anggota dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Satpol PP Kota Bengkulu, Rabu (8/7/2026), dengan fokus pada penanganan pertama terhadap gangguan kesehatan maupun kecelakaan saat bertugas.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Puskesmas Kampung Bali, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, yakni dr. Sela Arini Putri, yang memberikan materi sekaligus praktik mengenai langkah-langkah pertolongan pertama pada kondisi darurat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Satpol PP Kota Bengkulu meningkatkan kompetensi personel agar tidak hanya mampu menjalankan tugas penegakan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum, tetapi juga siap memberikan bantuan awal ketika menemukan masyarakat maupun rekan kerja yang mengalami kondisi darurat.
Dalam pemaparannya, dr. Sela Arini Putri menjelaskan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dimiliki petugas lapangan. Penanganan yang cepat dan tepat sebelum korban mendapatkan perawatan medis lanjutan dapat meminimalkan risiko cedera yang lebih berat bahkan menyelamatkan nyawa.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan kondisi kegawatdaruratan, teknik pemeriksaan awal korban, penanganan pingsan, luka akibat kecelakaan, perdarahan, hingga prosedur bantuan hidup dasar yang harus dilakukan sebelum tenaga medis tiba di lokasi.
Selain penyampaian teori, seluruh peserta juga mengikuti sesi simulasi agar lebih memahami teknik penanganan secara langsung. Melalui metode praktik tersebut, diharapkan setiap anggota mampu bertindak cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan saat menghadapi situasi yang tidak terduga di lapangan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu, Sahat Situmorang, mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk investasi peningkatan kualitas personel. Menurutnya, anggota Satpol PP merupakan petugas yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga sangat mungkin menghadapi berbagai kondisi darurat.
"Anggota Satpol PP tidak hanya bertugas menjaga ketertiban dan menegakkan peraturan daerah, tetapi juga sering menjadi petugas pertama yang berada di lokasi ketika terjadi insiden. Karena itu mereka harus memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap," ujar Sahat.
Ia menambahkan, kemampuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Satpol PP sekaligus mendukung tugas kemanusiaan yang sering melekat pada profesi tersebut.
Sahat menegaskan bahwa peningkatan kapasitas personel akan terus dilakukan secara bertahap melalui berbagai bentuk pelatihan, baik di bidang kedisiplinan, penegakan hukum daerah, pelayanan publik, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.
Menurutnya, tantangan tugas Satpol PP ke depan semakin kompleks sehingga setiap anggota dituntut memiliki kompetensi yang lebih luas. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan instansi teknis seperti Dinas Kesehatan menjadi langkah strategis untuk membekali personel dengan keterampilan yang dibutuhkan saat bertugas.
Melalui kegiatan ini, seluruh anggota diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh ketika menjalankan tugas sehari-hari, baik saat melakukan patroli, pengamanan kegiatan masyarakat, maupun ketika menghadapi situasi kecelakaan dan gangguan kesehatan di ruang publik.
Pelatihan tersebut juga menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui aparatur yang profesional, sigap, dan memiliki kemampuan memberikan respons cepat terhadap berbagai kondisi darurat.
Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama, personel Satpol PP Kota Bengkulu diharapkan semakin siap menjalankan tugas secara humanis, profesional, serta mampu memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat dalam berbagai situasi.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra