Skip to main content

Sebanyak 1.277 Mahasiswa UNIB Resmi Dilepas untuk KKN di Kota Bengkulu, Wali Kota Dorong Jadi Agen Perubahan

Sebanyak 1.277 Mahasiswa UNIB Resmi Dilepas untuk KKN di Kota Bengkulu, Wali Kota Dorong Jadi Agen Perubahan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<>>    Sebanyak 1.277 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Bengkulu (UNIB) resmi dilepas untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kota Bengkulu. Prosesi pelepasan berlangsung pada Jumat sore (13/6/2025) di halaman Masjid Merah Putih, yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak UNIB atas kesediaannya memusatkan kegiatan KKN tahun ini di Kota Bengkulu. Ia menyebut bahwa kehadiran ribuan mahasiswa ini menjadi momentum penting dalam mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kota Bengkulu, saya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UNIB yang telah mempercayakan Kota Bengkulu sebagai lokasi utama pelaksanaan KKN. Sebanyak 1.277 mahasiswa yang terbagi dalam 180 kelompok akan menyebar ke seluruh penjuru kota. Saya menyambut kehadiran kalian dengan bangga dan bahagia," kata Dedy.

KKN tahun ini mengusung tema KKN Berdampak, yang bertujuan agar kehadiran mahasiswa tidak hanya bersifat formalitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy menyinggung isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat, yakni meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bengkulu. Ia menyatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah kondisi lingkungan yang kotor dan tidak terawat.

“Saya harap adik-adik mahasiswa bisa menjadi agen perubahan. Edukasilah masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ajarkan cara memilah sampah dengan benar dan kembangkan inovasi seperti membuat kompos dari limbah rumah tangga. Ini akan sangat berdampak,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, Pemerintah Kota Bengkulu akan memberikan penghargaan kepada kelompok KKN yang dinilai paling aktif dan berdampak. Dedy menyebut bahwa kelompok terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing sebesar satu juta rupiah untuk setiap anggota kelompok.

“Ini bentuk apresiasi dari kami. Kami akan menilai setiap kelompok berdasarkan kontribusinya di lapangan. Kelompok terbaik akan mendapatkan hadiah langsung dari pemerintah kota,” tambah Dedy, disambut tepuk tangan antusias dari peserta KKN.

Selain memberikan arahan teknis, Dedy juga menyampaikan pesan motivasional agar para mahasiswa bisa memanfaatkan momen KKN ini sebagai ajang belajar kehidupan dan penguatan karakter. Ia menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan menjaga sikap di tengah masyarakat.

“Orang cerdas itu bukan hanya yang memiliki nilai akademik tinggi, tetapi yang mampu beradaptasi dan membawa diri. Saat KKN, kalian akan bertemu dengan berbagai karakter masyarakat. Ini adalah latihan hidup yang sesungguhnya. Jadilah pribadi yang sopan, santun, dan mau belajar dari siapa pun. Kalian akan mendapatkan saudara dan keluarga baru di lapangan,” ucap Dedy.

Kegiatan pelepasan ini juga turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, para Asisten dan Staf Ahli Wali Kota, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kota Bengkulu.

Program KKN ini diharapkan mampu menjembatani antara dunia akademik dan realitas sosial masyarakat, sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga turut serta dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di lingkungan tempat mereka mengabdi.

Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, kehadiran mahasiswa KKN di Kota Bengkulu tahun ini menjadi angin segar bagi upaya pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra