Skip to main content

Skandal Dana Desa: Program Ketahanan Pangan Desa Ulak Tanding Diduga Tergolong Fiktif

Skandal Dana Desa: Program Ketahanan Pangan Desa Ulak Tanding Diduga Tergolong Fiktif.Selasa.(19/12)(ft: Gunawan teropong publik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Desa Ulak Tanding, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, menjadi sorotan setelah warga melaporkan dugaan fiktivitas Program Ketahanan Pangan Penggemukan Sapi yang dijalankan dengan Dana Desa tahun 2023. Pemberitahuan ini disampaikan oleh seorang warga pada Senin (19/12/2023).

Pemerintah Republik Indonesia telah mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung program ketahanan pangan, namun, kabar buruk muncul ketika seorang warga mengungkapkan bahwa program tersebut di Desa Ulak Tanding dipergunakan oleh Kepala Desa, Aknauwani, untuk keuntungan pribadi.

Warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa sepuluh ekor sapi yang dijanjikan kepada sepuluh kelompok tani tidak pernah diterima. Selain itu, tidak ada bukti fisik tentang keberadaan sapi tersebut, dan warga juga menyoroti kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

"Desas desusnya di masyarakat bahwa sapi dari program ketahanan pangan tersebut ada sepuluh ekor untuk sepuluh kelompok tani, tapi sapi itu tidak pernah diserahkan kepada kelompok tani, kapan ditanya dengan kades, kades cuma menunjukkan ke arah sapi yang dilepas, alias liar," ujar warga yang melaporkan.

Warga mencurigai bahwa kepala desa menjual lima ekor sapi yang seharusnya menjadi bagian dari program tersebut untuk kepentingan pribadinya. Masyarakat menilai bahwa Kepala Desa Ulak Tanding telah melanggar hukum dengan menyalahgunakan Dana Desa untuk memperkaya diri sendiri.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak pemerintah desa dan kecamatan belum memberikan konfirmasi terkait dugaan tersebut. Skandal ini mencuatkan pertanyaan serius tentang transparansi penggunaan Dana Desa dan memunculkan kekhawatiran akan praktik-praktik korupsi di tingkat lokal.

Penulis: Gunawan
Editing: Adi Saputra