Skip to main content

Bupati Bengkulu Utara Tetapkan Kawasan Konservasi Rafflesia di Kemumu, Perkuat Wisata Alam Berkelanjutan

Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata bersama utusan khusus presiden menetapkan kawasan konservasi Rafflesia di Kemumu guna melindungi puspa langka dan mendorong pariwisata berkelanjutan.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>    Upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan sektor pariwisata terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Hal ini ditandai dengan kegiatan penelusuran (tracking) habitat bunga Rafflesia di kawasan Kemumu, yang dipimpin langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, bersama utusan khusus presiden bidang pariwisata, Zita Anjani.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan menemukan sedikitnya dua hingga tiga titik tumbuhnya bunga Rafflesia di kawasan hutan Kemumu. Temuan ini menjadi bukti bahwa wilayah tersebut masih memiliki potensi besar sebagai habitat alami puspa langka yang dilindungi.

Bupati Arie Septia Adinata menegaskan bahwa keberadaan Rafflesia harus dijaga secara serius melalui langkah konkret, salah satunya dengan menetapkan kawasan tersebut sebagai area konservasi dan cagar budaya. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi flora langka dari ancaman kepunahan, termasuk dampak alih fungsi hutan.

“Keberadaan Rafflesia ini adalah aset berharga bagi Bengkulu Utara. Kita tidak hanya menjaga kelestariannya, tetapi juga menjadikannya sebagai kekuatan wisata unggulan di masa depan,” ujar Arie.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penandatanganan komitmen bersama antara utusan khusus presiden bidang pariwisata dengan para pemangku kepentingan terkait. Penandatanganan ini menjadi simbol peresmian Kawasan Konservasi Habitat Rafflesia di Kemumu sekaligus bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga ekosistem hutan.

Momentum tersebut juga diiringi dengan simbolisasi dukungan terhadap pengembangan pariwisata Bengkulu Utara, khususnya berbasis ekowisata. Pemerintah berharap kawasan ini tidak hanya menjadi pusat konservasi, tetapi juga destinasi wisata edukatif yang mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Zita Anjani dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam melindungi habitat Rafflesia. Menurutnya, pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata agar memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak alam.

“Konservasi seperti ini penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian dan pemanfaatan. Bengkulu Utara memiliki peluang besar menjadi destinasi unggulan berbasis alam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Arie juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga habitat Rafflesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat sekitar.

“Kami mengajak semua pihak, terutama masyarakat lokal, untuk bersama-sama menjaga kelestarian habitat Rafflesia. Ini adalah warisan alam yang harus kita lindungi untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Dengan ditetapkannya kawasan konservasi ini, diharapkan Bengkulu Utara semakin dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian Rafflesia di Indonesia. Selain itu, langkah ini juga diyakini mampu memperkuat posisi daerah dalam peta pariwisata nasional, khususnya pada sektor wisata berbasis lingkungan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian alam. Bengkulu Utara kini menatap masa depan dengan mengandalkan potensi alamnya sebagai daya tarik utama, tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

 Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra