Skip to main content

Tiga Kali Banjir, 3 Pelajar Tewas: Desa Lemeu Butuh Perhatian Pemerintah

Tiga Kali Banjir, 3 Pelajar Tewas: Desa Lemeu Butuh Perhatian Pemerintah

TEROPONGPUBLIK.CO.ID -  Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, kembali menjadi perhatian setelah wilayah tersebut berulang kali dilanda banjir dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Rentetan bencana yang terjadi dinilai menjadi peringatan serius bahwa Desa Lemeu membutuhkan penanganan dan perhatian khusus dari pemerintah.

Banjir pertama yang cukup parah terjadi pada 5 April 2026. Saat itu, Desa Lemeu diterjang banjir kiriman yang berasal dari Sungai Uram atau U’em di Kecamatan Uram Jaya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat.

Aktivitas warga terganggu, sejumlah fasilitas terdampak, serta kondisi ekonomi masyarakat ikut melemah akibat genangan air yang merendam kawasan permukiman dan lingkungan sekitar. Warga bahkan menyebut banjir tersebut sebagai salah satu yang terparah yang pernah terjadi di desa itu.

Selanjutnya, pada 4 Mei 2026, bencana kembali terjadi setelah Sungai Kemaceak meluap dan menerjang Pelajar. Peristiwa ini berubah menjadi tragedi merenggut nyawa.

Dari kejadian tersebut, tiga korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Desa Lemeu dan Masyarakat Kabupaten Lebong  dan menjadi bukti bahwa ancaman banjir di wilayah tersebut semakin mengkhawatirkan.

Belum pulih dari dua bencana sebelumnya, banjir kembali melanda Desa Lemeu pada 7 Mei 2026. Kali ini, banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Ketahun setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Lebong sejak dini hari.

Sejumlah kecamatan terdampak banjir, termasuk Desa Lemeu. Bahkan warga menyebut ketinggian air pada banjir 7 Mei 2026 lebih tinggi dibanding banjir yang terjadi pada 5 April 2026.

Tiga kali banjir dengan penyebab dan waktu berbeda menunjukkan bahwa Desa Lemeu merupakan wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana banjir. Kondisi ini dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai kejadian biasa atau musiman semata.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk melakukan langkah konkret dan jangka panjang. Mulai dari normalisasi sungai, penguatan tanggul, perbaikan sistem drainase, hingga penanganan daerah aliran sungai di wilayah hulu dinilai perlu segera dilakukan.

Warga juga berharap pemerintah tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi turut memberikan solusi permanen agar masyarakat Desa Lemeu dapat hidup lebih aman dan terhindar dari ancaman banjir yang terus berulang.

Sumber berita: Arsip Teropongpublik

Pewarta: Harlis Sang Putra 

Editing: Adi Saputra