TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Program Keluarga Harapan (PKH) kembali ditegaskan sebagai salah satu instrumen utama pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Karena itu, para pendamping PKH diminta bekerja lebih profesional, aktif, dan memiliki orientasi terhadap perubahan sosial jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat (KPM).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu,Afriyenita , saat memberikan arahan kepada para pendamping sosial PKH. Ia menekankan bahwa tugas pendamping tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga memastikan masyarakat penerima mampu mandiri dan keluar dari ketergantungan bantuan pemerintah.
Menurut Afriyenita, pendamping PKH memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk menyukseskan program Sekolah Rakyat serta melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ia menilai, kualitas kerja pendamping akan sangat menentukan keberhasilan program penanggulangan kemiskinan di daerah. Oleh sebab itu, para pendamping harus hadir langsung di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh bantuan dan program tepat sasaran.
“Pendamping PKH harus bekerja profesional dan benar-benar memahami kondisi masyarakat di lapangan. Mereka bukan hanya mendata, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan,” ujar Afriyenita.
Ia juga mengingatkan agar para pendamping terus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bantuan sosial bukanlah sesuatu yang diberikan selamanya. Menurutnya, bansos hanya bersifat sementara sebagai stimulus agar masyarakat dapat bangkit secara ekonomi.
Afriyenita menegaskan bahwa pemerintah memiliki target agar keluarga penerima manfaat dapat segera graduasi atau keluar dari status penerima bantuan setelah kondisi ekonominya membaik.
“Bansos bukan untuk selamanya. Bantuan maksimal diberikan selama lima tahun bagi KPM aktif, kecuali untuk penyandang disabilitas berat dan lansia yang sudah tidak produktif,” katanya.
Ia berharap para penerima bantuan tidak menjadikan bansos sebagai ketergantungan, melainkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup melalui usaha dan kemandirian ekonomi keluarga.
Selain fokus pada graduasi penerima bantuan, Dinas Sosial Kota Bengkulu juga menaruh perhatian besar terhadap program Sekolah Rakyat. Program tersebut merupakan sekolah berasrama gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Dalam hal ini, pendamping PKH diminta aktif menjaring calon siswa yang dinilai layak mengikuti program tersebut. Pendamping diminta turun langsung ke rumah-rumah warga untuk memastikan kondisi keluarga secara nyata.
“Tugas pendamping adalah mengidentifikasi dan merekomendasikan anak-anak yang memang layak masuk Sekolah Rakyat. Prosesnya harus transparan dan benar-benar berdasarkan kondisi di lapangan,” tegasnya.
Menurut Afriyenita, pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, program Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan peluang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya pemutakhiran data sosial melalui DTSEN. Data yang akurat dinilai sangat penting agar seluruh program bantuan pemerintah dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, para pendamping PKH diminta aktif melakukan ground checking atau pengecekan langsung di lapangan melalui proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan.
Afriyenita menjelaskan bahwa pendamping harus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam memperbarui data sosial ekonomi masyarakat yang kini dilakukan setiap tiga bulan sekali.
“DTSEN yang akurat hanya bisa diwujudkan jika pendamping benar-benar terlibat langsung dalam pengecekan lapangan bersama pemerintah daerah. Kita juga membantu BPS dalam proses pemutakhiran data,” tutupnya.
Melalui penguatan peran pendamping PKH, Pemerintah Kota Bengkulu berharap program perlindungan sosial tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan keluarga yang mandiri, produktif, dan keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra