Skip to main content

TPS Liar Disulap Jadi Taman Bunga, Kembali Kotor karena Ulah Oknum

TPS Liar Disulap Jadi Taman Bunga, Kembali Kotor karena Ulah Oknum

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>    Upaya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) dalam mempercantik lingkungan patut diapresiasi. Mereka berhasil mengubah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di kawasan Jenggalu, yang masih masuk wilayah Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, menjadi sebuah taman bunga.

Kawasan yang dulunya menjadi titik favorit oknum masyarakat membuang sampah sembarangan, disulap menjadi taman bersih, rapi, dan indah. Berbagai bunga ditanam sehingga menciptakan suasana yang asri dan menyenangkan bagi siapa pun yang melintas.

Namun keindahan itu tidak bertahan lama. Taman yang sudah tertata justru kembali dinodai oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab. Sampah rumah tangga kembali menumpuk, bahkan muncul TPS liar baru di sekitar lokasi taman tersebut. Kondisi ini membuat upaya para mahasiswa KKN, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi seakan sia-sia.

Camat Ratu Agung, Subhan Gusti Hendri, bersama pihak Kelurahan Lempuing, Ketua Bank Sampah Lempuing Indra Gultom, dan para mahasiswa UMB turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kawasan tersebut. Saat membersihkan, mereka bahkan menemukan sampah berupa bungkus paket dengan nama penerima ‘Julistri Sirait’ warga Kandang Mas, dan ‘Evan’ warga Kelurahan Penurunan. Temuan ini menunjukkan adanya indikasi sampah berasal dari luar wilayah setempat.

Hendri menyayangkan tindakan tidak terpuji ini. Ia menegaskan, masyarakat harus memiliki kesadaran tinggi menjaga kebersihan lingkungan, bukan justru merusak kerja keras orang lain.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga, dimanapun domisilinya, saat melintasi jalan ini jangan sekali-kali membuang sampah sembarangan. Tindakan seperti ini sangat merugikan dan berdampak buruk bagi lingkungan,” tegas Hendri.

Menurutnya, kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama. “Jangan sampai setelah dibersihkan, kawasan ini kembali kotor hingga menjadi bahan perbincangan negatif masyarakat. Kota ini milik kita semua, mari sama-sama menjaganya,” tambahnya.

Walikota Tekankan Peran Masyarakat

Persoalan sampah memang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bengkulu. Walikota Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing terus berupaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dedy mengingatkan bahwa program pemerintah tidak akan berjalan efektif tanpa partisipasi masyarakat. Ia mendorong agar seluruh warga aktif memanfaatkan peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dalam pengelolaan sampah.

“Kita sekarang sedang berperang melawan orang yang membuang sampah sembarangan. Iuran sampah di LPM rata-rata hanya 20–30 ribu rupiah per bulan. Kalau dihitung, sehari hanya seribu rupiah. Bandingkan dengan membeli rokok, sehari bisa habis 35 ribu rupiah. Jadi mestinya iuran sampah bukan masalah. Ini untuk kepentingan bersama. Ketika kota bersih dan nyaman, yang merasakan manfaatnya juga masyarakat sendiri,” ujar Dedy.

Ia juga mencontohkan negara maju seperti Singapura, yang berhasil menciptakan lingkungan bebas sampah berkat kesadaran tinggi warganya. Kota itu kini dikenal sebagai salah satu kota terbersih di dunia sekaligus destinasi wisata populer.

“Kalau masyarakat di sana bisa, tentu kita di Bengkulu juga mampu. Asal ada niat, kepedulian, dan kerjasama dari semua pihak,” pungkas Dedy.

Upaya menjaga lingkungan tidak akan berhasil hanya dengan program dan peraturan. Kesadaran serta partisipasi aktif seluruh masyarakat menjadi kunci mewujudkan Bengkulu yang bersih, indah, dan sehat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra