TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Universitas Bengkulu (UNIB) terus menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan tata kelola akademik berbasis data dan riset. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah keberadaan Pojok Statistik Universitas Bengkulu yang dinilai sebagai Pojok Statistik Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia. Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara UNIB dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning bersama insan pers yang digelar di Pojok Statistik Universitas Bengkulu, Selasa pagi (16/12). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., beserta jajaran pimpinan universitas.
Dalam sambutannya, Rektor UNIB menjelaskan bahwa Pojok Statistik memiliki peran penting dalam membangun ekosistem akademik yang kuat dan berbasis data. Menurutnya, kebutuhan terhadap data statistik saat ini semakin krusial, baik untuk mendukung penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun proses pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.
“Sebagian besar riset dan pengabdian dosen serta mahasiswa membutuhkan data statistik yang akurat. Terlebih, UNIB melalui FMIPA telah memiliki Program Studi S1 Statistika yang secara khusus mencetak lulusan sarjana statistik. Dalam mendukung proses akademik tersebut, kami menjalin kerja sama dengan BPS melalui penyediaan Pojok Statistik,” ujar Prof. Indra.
Ia menambahkan, meskipun data statistik BPS telah tersedia secara digital, keberadaan Pojok Statistik tetap memiliki nilai strategis. UNIB menghadirkan ruang khusus yang aman, nyaman, dan representatif sebagai tempat mahasiswa mengakses, mengolah, serta menganalisis data secara akademik.
“Pojok Statistik ini tidak sekadar tempat mencari data, tetapi juga ruang belajar yang kami desain terintegrasi. Lokasinya satu gedung dengan perpustakaan, dekat dengan kantin, koperasi mahasiswa, pelaku UMKM, serta dilengkapi fasilitas musala. Kami ingin mahasiswa merasa nyaman dan produktif,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIB juga memaparkan struktur kepemimpinan Universitas Bengkulu periode 2025–2029. Selain dirinya sebagai rektor, jajaran pimpinan UNIB terdiri dari Prof. Dr. Kamaludin, S.E., M.M. sebagai Wakil Rektor I, Dr. Yulian Fauzi, S.Si., M.Si. sebagai Wakil Rektor II, Prof. Agustin Zarkani, S.P., M.Si., Ph.D. sebagai Wakil Rektor III, serta Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Rektor IV.
Usai pelantikan, pimpinan UNIB langsung melakukan konsolidasi internal dan menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kemendiktisaintek, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Forkopimda, hingga insan pers. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi publik dan penguatan sinergi lintas sektor.
Dalam forum dialog tersebut, UNIB juga memaparkan visi menjadi kampus unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak menuju Indonesia Emas 2045. Transformasi tata kelola berbasis data dan berorientasi pada outcome menjadi salah satu pilar utama, sejalan dengan peran Pojok Statistik sebagai pusat literasi data di lingkungan kampus.
Menanggapi masukan insan pers terkait keterbatasan akses terhadap pendapat para ahli, Prof. Indra menegaskan bahwa UNIB mendorong para profesor dan akademisi untuk lebih aktif berkontribusi dalam ruang publik.
“Kami mendorong akademisi UNIB agar tidak hanya berkutat di kampus. Memberikan pemikiran dan solusi atas persoalan daerah dan nasional merupakan bagian dari amal jariyah intelektual,” pungkasnya.
Dengan penguatan kolaborasi, pengelolaan berbasis data, serta keterbukaan informasi, Universitas Bengkulu optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra