TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu kembali mengukuhkan posisinya sebagai kampus unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (SN-EMBA) ke-4. Kegiatan berskala nasional tersebut dipusatkan di Aula Unived pada Kamis (4/12) dan diikuti oleh sedikitnya 400 mahasiswa lintas program studi. Dengan mengusung tema *“Inovasi Tanpa Henti, Ketahanan Tanpa Akhir”*, seminar menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ginta Ginting, M.DR, bersama sejumlah akademisi dan praktisi bidang manajemen dan kewirausahaan.
Kegiatan itu menjadi ruang ilmiah sekaligus ajang pembentukan karakter generasi muda agar siap menyongsong tantangan persaingan global. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, turut hadir memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dilepaskan dari keberanian generasi muda untuk berinovasi, melampaui batas, serta mampu membaca dinamika perubahan.
Menurutnya, inovasi tidak hanya sebatas menciptakan hal baru, tetapi juga meliputi kemampuan berpikir kreatif, kepekaan terhadap kebutuhan pasar, serta kemampuan mengelola peluang. Karena itu, Dedy memberikan apresiasi kepada Universitas Dehasen yang secara konsisten menyiapkan mahasiswa tidak hanya dengan teori akademik, melainkan juga kemampuan praktis, terutama dalam bidang bisnis digital, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.
“Dunia kerja dan dunia usaha saat ini berkembang begitu cepat. Mahasiswa harus mampu membaca peluang digital sebagai ruang baru yang luas untuk berkarya dan membangun bisnis. Jangan takut mencoba, jangan ragu memulai. Inovasi hari ini menentukan posisi kalian di masa depan,” ujar Dedy dalam sambutannya.
Sementara itu, Rektor Universitas Dehasen Bengkulu, Prof. Dr. Husaini, SE., M.Si., Ak, menegaskan bahwa digitalisasi adalah fondasi penting dalam pengembangan ekonomi modern. Ia menyampaikan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi seluruh pelaku ekonomi, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus dan pelaku inovasi.
Dalam era yang ditandai dengan percepatan teknologi, lanjutnya, mahasiswa harus mampu memanfaatkan ruang digital untuk meningkatkan kreativitas, mengembangkan ide bisnis, hingga mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Dunia digital, menurutnya, bukan sekadar wadah hiburan, tetapi sekaligus pasar potensial yang sangat besar dan terbuka bagi siapa pun yang siap bersaing.
“Teknologi informasi memberikan peluang yang begitu luas untuk meningkatkan inovasi dan perluasan jaringan kerja. Mahasiswa perlu terus mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta adaptif agar dapat bertahan di tengah dinamika global yang semakin kompetitif,” tegas Prof. Husaini.
Seminar SN-EMBA ke-4 ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi diri, memperluas wawasan, serta meneguhkan kesiapan menghadapi ekosistem bisnis dan manajemen masa depan. Dengan dukungan penuh dari kampus dan kolaborasi akademisi-praktisi, Unived Bengkulu berkomitmen mencetak generasi unggul yang tangguh, inovatif, dan siap bersaing di era tanpa batas.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra