TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bengkulu menyelenggarakan upacara pengibaran bendera merah putih. Acara ini diadakan di halaman kantor DPTW PKS Bengkulu dan dihadiri oleh jajaran pengurus, kader, serta simpatisan partai.
Ketua DPW PKS Bengkulu, H. Sujono, S.P, M.Si, bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat dari Presiden PKS, Ahmad Syaikhu. Dalam amanatnya, Presiden PKS mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peringatan kemerdekaan ini sebagai momentum refleksi terhadap perjalanan bangsa dan negara. Beliau menekankan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Peringatan kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan perjalanan bangsa dan negara kita. Sudahkah semuanya berjalan sesuai dengan yang dicita-citakan para pendiri bangsa?" kata Sujono saat membacakan amanat Presiden PKS.
Presiden PKS menyoroti beberapa isu yang menjadi perhatian partai, salah satunya adalah permasalahan kebebasan beragama. Dalam amanatnya, disebutkan bahwa para pendiri bangsa telah menempatkan nilai-nilai Ketuhanan dan agama pada tempat yang terhormat dan mulia, sebagaimana yang tercantum dalam konstitusi UUD NRI Tahun 1945. Oleh karena itu, ketika ada pihak yang mencoba merenggut hak konstitusional warga negara untuk menjalankan agamanya, hal tersebut dianggap sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Terkait kasus nasional yang sempat viral mengenai seorang anggota perempuan Paskibraka yang dipaksa melepas jilbab saat bertugas, Presiden PKS menyebutnya sebagai tindakan yang memilukan dan mencederai nilai kebhinekaan. "Bagaimana mungkin mereka diminta menjalankan tugas kemerdekaan, sementara kemerdekaan mereka untuk menjalankan nilai agama justru direnggut," tambah Sujono.
Selain itu, Presiden PKS juga menyoroti pasal kontroversial dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Pasal 103 ayat 4 butir e dalam PP tersebut menyebutkan tentang penyediaan alat kontrasepsi bagi anak usia sekolah dan remaja, yang dianggap berpotensi menimbulkan penafsiran liar terkait pelegalan perilaku seks bebas di kalangan usia sekolah.
"Fraksi PKS DPR RI telah menyuarakan agar PP 28 tahun 2024 pada pasal 103 ayat 4 butir e tersebut harus segera direvisi," ujar Sujono. Presiden PKS menegaskan pentingnya menjaga norma agama dalam setiap kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan reproduksi.
Dalam pidatonya, Presiden PKS juga menyinggung masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini, seperti kemiskinan, judi online, dan keretakan institusi keluarga. Menurut data yang disebutkan, nilai transaksi keuangan mencurigakan terkait judi online mencapai lebih dari Rp600 triliun pada kuartal pertama 2024, dengan sekitar 2,37 juta penduduk Indonesia menjadi pelaku judi online, termasuk 80 ribu anak-anak di bawah usia 10 tahun. "Indonesia darurat judi online," tegas Sujono, menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai salah satu fokus prioritas yang perlu diwujudkan.
Selain isu-isu tersebut, Presiden PKS juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 27 November 2024 mendatang agar berjalan demokratis, aman, damai, dan bermartabat. PKS siap mengusung kader-kader terbaiknya dalam Pilkada 2024 dan terbuka untuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kandidat yang akan diusung.
Sebagai penutup, Presiden PKS mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada PKS pada Pemilu 2024 yang lalu. Beliau juga mengajak seluruh pengurus, anggota, dan simpatisan PKS untuk terus melayani masyarakat dengan setulus hati, menjaga komitmen partai untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia.
"Dirgahayu ke-79 Republik Indonesia. Semakin berjaya, adil, dan sejahtera," tutup Sujono, mengakhiri amanat Presiden PKS yang dibacakannya.
Pewarta: Amg
Editing : Adi Saputra