TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Perjuangan Tim Beregu Putra Soft Tennis Indonesia di Asian Games ke-20 Nagoya 2026 berbuah medali perunggu. Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., terutama karena sejumlah personel Polri turut menjadi bagian dari perjuangan tim Merah Putih.
Medali tersebut diraih setelah Indonesia menjalani rangkaian pertandingan sejak fase grup, perempat final hingga semifinal di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Jepang.
Bagi Kontingen Indonesia, hasil tersebut menjadi salah satu tambahan medali dalam perjuangan pada Asian Games Nagoya 2026. Sementara bagi Polri, keberhasilan personelnya memperkuat tim nasional menjadi bukti bahwa pengabdian kepada negara dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk olahraga.
Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan tim pendukung yang telah berjuang membawa nama Indonesia di tingkat Asia.
Menurut Dedi, perjuangan para atlet tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis di arena pertandingan, tetapi juga memperlihatkan nilai disiplin, kerja keras, kekompakan, serta semangat untuk memberikan hasil terbaik bagi Merah Putih.
Ia menilai keberadaan personel Polri dalam kontingen olahraga nasional menjadi bagian dari kontribusi institusi kepada bangsa di luar pelaksanaan tugas kepolisian.
Langkah Tim Beregu Putra Soft Tennis Indonesia di Nagoya dimulai dari Grup B. Indonesia harus bersaing dengan Nepal dan Korea Selatan untuk mendapatkan tiket ke fase berikutnya.
Pada laga pembuka, Jumat (18/9), Indonesia langsung menunjukkan permainan solid. Menghadapi Nepal, tim Merah Putih menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan telak 3-0.
Ganda putra Tio Juliando Hutauruk dan Fernando Sanger menjadi penyumbang poin pertama setelah mengalahkan pasangan Nepal dengan skor 5-0. Kemenangan berikutnya diperoleh Bagus Angga Boedy Pradewa pada nomor tunggal putra melalui skor 4-0.
Pertandingan kedua mempertemukan Indonesia dengan Korea Selatan. Laga berlangsung lebih ketat dan Indonesia akhirnya kalah dengan skor 1-2. Meski demikian, pasangan Tio Hutauruk/Fernando Sanger mampu menyumbangkan satu kemenangan melalui pertarungan yang berakhir 3-2.
Hasil tersebut membuat Indonesia finis sebagai runner-up Grup B dan berhak melanjutkan perjuangan ke babak perempat final.
Pada fase ini, Indonesia kembali tampil meyakinkan. India menjadi lawan yang harus dihadapi untuk memperebutkan tiket semifinal.
Ganda Tio Hutauruk/Fernando Sanger kembali memberikan kontribusi penting dengan menundukkan pasangan India 5-2. Indonesia kemudian memastikan kemenangan melalui nomor tunggal putra yang dimainkan Bagus Angga Boedy Pradewa.
Tantangan terbesar datang pada babak semifinal, Minggu (20/9). Indonesia berhadapan dengan Jepang yang tampil sebagai tuan rumah.
Pertandingan tersebut berlangsung di Higashiyama Park Tennis Center. Setelah menjalani persaingan ketat, Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor 0-2.
Meski gagal melangkah ke partai final, hasil semifinal otomatis menempatkan Indonesia sebagai peraih medali perunggu.
Ketua Umum PP PESTI Irjen Pol. Dr. Awal Chairuddin, S.I.K., S.H., M.H., turut mengikuti perjuangan tim secara langsung di Nagoya. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan atlet, pelatih, ofisial dan pihak-pihak yang memberikan dukungan.
Awal menilai para atlet telah memperlihatkan konsistensi dan semangat bertanding sejak laga pertama hingga semifinal.
Ia juga menyampaikan penghargaan atas dukungan Polri melalui Komite Olahraga Polri (KOP) yang ikut membantu persiapan kontingen Soft Tennis Indonesia menghadapi Asian Games 2026.
Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian dari pembinaan olahraga yang dilakukan untuk mengembangkan potensi personel sekaligus mendukung atlet yang memperkuat Indonesia dalam berbagai ajang olahraga.
Keikutsertaan personel Polri dalam kontingen Soft Tennis Indonesia menjadi perhatian tersendiri. Mereka tidak hanya menjalankan peran sebagai anggota kepolisian, tetapi juga berkesempatan mengukir prestasi di arena olahraga internasional.
Wakapolri menegaskan bahwa setiap personel yang bertanding untuk Indonesia membawa tanggung jawab sekaligus kebanggaan tersendiri.
Dukungan terhadap personel berprestasi di bidang olahraga juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam mengembangkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di luar bidang kedinasan.
Melalui pembinaan olahraga, personel diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan mengharumkan nama Indonesia pada kompetisi internasional.
Perjalanan Soft Tennis Indonesia di Asian Games Nagoya 2026 belum berakhir. Setelah menyelesaikan nomor beregu, para atlet masih akan menghadapi pertandingan pada sejumlah nomor perorangan.
Persaingan selanjutnya mencakup tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran.
Wakapolri meminta para atlet tidak cepat puas dengan raihan medali perunggu. Hasil dari nomor beregu diharapkan menjadi tambahan motivasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Kontingen Soft Tennis Indonesia diperkuat lima atlet putra, yakni Tio Juliando Hutauruk, Fernando Sanger, Bagus Angga Boedy Pradewa, Muhammad Reza Falevi dan Rizky Zammy Febrian Laluyan.
Sementara sektor putri diperkuat Siti Nur Arasy dan Allif Nafiiah.
Dengan satu medali perunggu dari nomor beregu putra, skuad Soft Tennis Indonesia kini bersiap melanjutkan perjuangan pada nomor perorangan.
Capaian di nomor beregu menjadi bagian penting dari perjalanan kontingen Indonesia di Nagoya. Para atlet selanjutnya akan kembali berjuang untuk meraih hasil terbaik sekaligus membawa nama Merah Putih di pentas olahraga Asia.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra