TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Upaya mempercantik wajah kota sekaligus merespons tantangan perubahan iklim terus digencarkan Pemerintah Kota Bengkulu. Kali ini, ratusan pelajar bersama jajaran pejabat daerah turun langsung ke lapangan mengikuti aksi tanam pohon yang dipusatkan di kawasan median Jalan Aru Jajar, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing. Aksi ini menjadi bagian dari program bertajuk Gerakan Menanam Untuk Iklim dan Tata Kota Hijau (GEMPITA) dengan target penanaman 1.000 pohon kamboja di sejumlah titik strategis perkotaan.
Sejak pagi, suasana di lokasi tampak semarak. Para siswa berseragam sekolah terlihat antusias menggali tanah dan menanam bibit pohon kamboja di sepanjang median jalan. Kehadiran unsur pejabat daerah, guru, serta tokoh masyarakat semakin menambah semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Ronny PL Tobing menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan. Menurutnya, kawasan perkotaan membutuhkan ruang hijau yang memadai agar kualitas udara tetap terjaga dan suhu lingkungan lebih terkendali.
“Penanaman pohon di wilayah kota memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat. Selain memperindah tata ruang, keberadaan pohon juga membantu menyerap emisi karbon dan menghasilkan oksigen,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia menegaskan, program GEMPITA dirancang sebagai strategi jangka panjang dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Kota yang padat aktivitas, lanjutnya, berpotensi mengalami peningkatan suhu akibat minimnya vegetasi. Oleh sebab itu, perlu langkah konkret yang melibatkan berbagai elemen, termasuk generasi muda.
Pemilihan pohon kamboja dinilai tepat karena memiliki nilai estetika sekaligus ketahanan terhadap kondisi lingkungan perkotaan. Selain mudah dirawat, kamboja juga dikenal memiliki akar yang tidak merusak struktur jalan, sehingga aman ditanam di median.
Lebih jauh, Ronny berharap penanaman 1.000 pohon ini menjadi titik awal gerakan berkelanjutan. Ia menginginkan semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan terus berkembang menjadi budaya di tengah masyarakat Kota Bengkulu.
“Kita ingin kota ini semakin hijau, teduh, dan nyaman. Tantangan perubahan iklim tidak bisa dianggap remeh. Karena itu, langkah kecil seperti menanam pohon harus terus kita lakukan secara konsisten,” tambahnya.
Keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini juga memiliki makna edukatif. Pemerintah Kota Bengkulu ingin menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan terjun langsung ke lapangan, para siswa diharapkan memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.
Sejumlah guru yang mendampingi siswa menyambut baik program tersebut. Mereka menilai kegiatan semacam ini mampu membentuk karakter peduli lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Selain memperkuat fungsi ekologis, penanaman pohon di median jalan juga berdampak pada aspek tata kota. Jalur hijau yang tertata rapi akan meningkatkan keindahan visual kawasan serta memberikan kesan asri bagi pengguna jalan. Dalam jangka panjang, ruang terbuka hijau yang memadai dapat mendukung konsep kota berkelanjutan.
Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus memperluas cakupan penghijauan ke berbagai kecamatan. Evaluasi dan perawatan pohon yang telah ditanam pun menjadi perhatian serius agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
Melalui gerakan GEMPITA, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat semakin kuat. Dengan langkah sederhana namun konsisten, Kota Bengkulu diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang lebih sejuk, bersih, dan ramah bagi generasi mendatang.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra