TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Peringatan Hari Gerakan Pramuka ke-64 di Kota Bengkulu berlangsung khidmat di halaman Masjid Merah Putih, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Jumat (29/8). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang bertindak sebagai pembina upacara.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bengkulu, para asisten, staf ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan anggota Pramuka dari berbagai gugus depan. Suasana penuh semangat terlihat ketika para peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib, sebagai wujud kecintaan terhadap gerakan kepanduan yang telah berusia lebih dari setengah abad di Indonesia.
Dalam amanatnya, Dedy Wahyudi menegaskan pentingnya menghidupkan kembali kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di seluruh sekolah. Ia menilai Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, dan memiliki rasa kebangsaan yang kuat.
“Tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak melaksanakan kegiatan Pramuka, karena anggarannya sudah termasuk dalam dana BOS. Saya minta laporan, sekolah mana saja yang tidak aktif kegiatan Pramukanya. Saya ingin gerakan Pramuka benar-benar bangkit, baik di Kota Bengkulu maupun di Provinsi Bengkulu,” ujar Dedy dengan tegas.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi perbedaan dalam pelaksanaan kegiatan Pramuka antara jenjang SMP dan SMA. Menurutnya, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bengkulu menaungi seluruh anggota Pramuka dari berbagai tingkatan pendidikan.
“Kwartir cabang itu mencakup semua, tidak boleh ada dikotomi SMP dan SMA. Semua pelajar adalah bagian dari keluarga besar Pramuka,” tambahnya.
Pesan tersebut disambut positif oleh jajaran pembina Pramuka yang hadir. Mereka menilai dorongan dari Wali Kota menjadi penyemangat baru untuk menghidupkan kegiatan kepanduan di sekolah-sekolah, terutama setelah beberapa tahun terakhir aktivitas Pramuka sempat meredup akibat pandemi.
Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Kota Bengkulu ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum untuk kembali memperkuat karakter generasi muda. Melalui kegiatan Pramuka, para pelajar diharapkan mampu mengasah kepemimpinan, kerja sama, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini.
Selain itu, kegiatan Pramuka juga dinilai mampu menekan perilaku negatif di kalangan remaja, seperti kenakalan pelajar dan penyalahgunaan teknologi yang berlebihan. Dengan adanya aktivitas yang terarah, para siswa diharapkan dapat menyalurkan energi mereka pada hal-hal positif.
Wali Kota Dedy menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mendukung kebangkitan gerakan Pramuka di Kota Bengkulu.
“Pramuka adalah wadah pembinaan generasi muda. Mari kita jadikan momentum Hari Pramuka ini sebagai awal kebangkitan kembali. Saya yakin, jika Pramuka hidup di sekolah, maka lahirlah generasi yang kuat, berkarakter, dan cinta tanah air,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, peringatan Hari Gerakan Pramuka ke-64 di Kota Bengkulu diharapkan tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga langkah nyata dalam membangun generasi penerus bangsa yang tangguh dan siap menghadapi tantangan zaman.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra