Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Hadiri Malam Ketiga Takziah H. Helnayati, Kenang Perjuangan dan Bakti Keluarga

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, Takziah H Helnayati, Juli Andono, Pemkot Bengkulu, berita Bengkulu, Disdikbud Kota Bengkulu, malam takziah, Kota Bengkulu 2026.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  – Suasana penuh duka dan doa menyelimuti malam ketiga takziah almarhumah H. Helnayati binti Mahjuni yang digelar di kediaman keluarga di Jalan Makarti, Kompleks Transmigrasi, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, Selasa malam (7/7/2026). Ratusan pelayat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mendoakan almarhumah agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Acara takziah tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, jajaran Pemerintah Kota Bengkulu, perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, anggota DPRD Kota Bengkulu Dediyanto, para kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, serta kerabat dan sahabat keluarga.

Kehadiran para pejabat dan masyarakat menjadi bukti besarnya rasa hormat kepada almarhumah semasa hidup. H. Helnayati diketahui merupakan ibunda dari Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Juli Andono, yang dikenal aktif dalam dunia pendidikan di Kota Bengkulu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Wahyudi menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Dengan suara yang sempat bergetar menahan haru, ia mengenang perjuangan panjang almarhumah yang selama lebih dari satu dekade berjuang melawan penyakit stroke.

Menurut Dedy, perjalanan panjang almarhumah menghadapi ujian kesehatan menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran, keteguhan hati, serta pentingnya kasih sayang dalam keluarga. Ia mengaku menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak almarhumah memberikan perhatian dan pengorbanan luar biasa selama masa perawatan.

Dedy menuturkan bahwa putri almarhumah rela bolak-balik dari Kecamatan Kerkap demi merawat sang ibu. Sementara Juli Andono bersama saudara-saudaranya bergantian mendampingi dan memenuhi seluruh kebutuhan ibunda mereka hingga akhir hayat.

Ia menilai pengabdian tersebut merupakan contoh nyata bakti seorang anak kepada orang tua yang patut dijadikan teladan oleh masyarakat. Menurutnya, kasih sayang yang diberikan keluarga kepada almarhumah mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan yang semakin penting untuk dipertahankan di tengah kehidupan modern.

Dalam kesempatan itu, Dedy juga mengenang momen ketika dirinya menjenguk almarhumah saat masih menjalani perawatan. Meski kondisi fisik membuat almarhumah sulit berbicara, komunikasi emosional tetap terjalin melalui tatapan mata dan air mata yang menggambarkan kedalaman perasaan seorang ibu.

Ia mengatakan bahwa pertemuan tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya. Dedy meyakini penderitaan yang dijalani almarhumah selama bertahun-tahun merupakan ujian yang, atas izin Allah SWT, menjadi jalan penghapus dosa serta mengangkat derajatnya di sisi Tuhan.

Suasana haru semakin terasa ketika Wali Kota melihat banyaknya masyarakat yang hadir hingga memenuhi seluruh area rumah duka. Bahkan sebagian pelayat harus berdiri karena keterbatasan tempat.

Menurut Dedy, besarnya jumlah pelayat menjadi cerminan bahwa almarhumah merupakan pribadi yang dikenal baik di lingkungan masyarakat. Selain itu, hubungan sosial yang terjalin baik antara keluarga dengan masyarakat turut menghadirkan dukungan moral yang besar pada masa duka tersebut.

Di akhir sambutannya, Dedy memberikan penguatan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan. Ia mengaku memahami betapa berat kehilangan seorang ibu karena dirinya pernah mengalami peristiwa serupa.

Ia mengajak keluarga untuk tetap tabah, ikhlas, serta menjadikan doa sebagai bentuk bakti yang tidak akan pernah terputus kepada orang tua yang telah wafat. Dedy juga memanjatkan doa agar almarhumah memperoleh husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, dilapangkan kuburnya, serta ditempatkan di surga Jannatun Na'im.

Malam takziah berlangsung dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa bersama, serta tausiah keagamaan yang mengingatkan seluruh jamaah tentang pentingnya mempersiapkan bekal amal selama hidup di dunia. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.

Kehadiran ratusan pelayat dari berbagai unsur masyarakat menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta penghormatan terhadap keluarga yang sedang berduka. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga silaturahmi, menghormati orang tua, dan mempererat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra