TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama sang istri tercinta, Dian Fitriani, turut ambil bagian dalam kegiatan Manasik Haji yang diikuti oleh ratusan calon jemaah haji asal Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut berlangsung di Asrama Haji Bengkulu pada Minggu (15/2/2026) dan menjadi salah satu tahapan penting sebelum para jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Bengkulu ini memberikan semangat tersendiri bagi para calon jemaah. Selain sebagai bentuk dukungan moril, keikutsertaan Wali Kota dan istri juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi masyarakat menjalankan kewajiban agama dengan sebaik-baiknya.
Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menyampaikan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental, pengetahuan, serta kesabaran. Ia menekankan pentingnya mengikuti seluruh rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh agar para jemaah memahami tata cara ibadah haji secara benar sesuai tuntunan syariat Islam.
“Manasik ini bukan sekadar formalitas. Di sinilah kita belajar dan mempraktikkan setiap rukun dan wajib haji, mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sai, hingga tahallul. Semua harus dipahami dengan baik agar ibadah yang kita lakukan sah dan sempurna,” ujar Dedy di hadapan peserta.
Manasik Haji sendiri merupakan simulasi pelaksanaan ibadah haji yang dirancang menyerupai kondisi di Tanah Suci. Para jemaah diperkenalkan dengan lokasi-lokasi penting seperti Arafah, Muzdalifah, Mina, serta tata cara melempar jumrah. Dengan metode ini, calon jemaah diharapkan tidak merasa kebingungan saat menjalankan ibadah haji yang sesungguhnya.
Selain praktik lapangan, kegiatan manasik juga diisi dengan pembekalan materi oleh para pembimbing haji. Materi tersebut meliputi fiqih haji, kesehatan jemaah, etika selama berada di Arab Saudi, serta manajemen waktu dan tenaga. Pembekalan ini penting mengingat ibadah haji menuntut fisik yang prima dan disiplin tinggi.
Ny. Dian Fitriani yang turut mendampingi suaminya juga menyampaikan pesan khusus kepada jemaah perempuan. Ia mengingatkan agar para jemaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta saling membantu selama menjalani rangkaian ibadah. Menurutnya, kebersamaan dan sikap saling peduli akan sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia.
“Di Tanah Suci nanti, kita akan bertemu dengan jutaan umat Islam dari berbagai negara. Kuncinya adalah sabar, tertib, dan selalu mengikuti arahan petugas. Insya Allah, dengan persiapan yang matang, ibadah haji bisa berjalan lancar dan membawa keberkahan,” tuturnya.
Kegiatan manasik ini disambut antusias oleh para calon jemaah. Banyak di antara mereka mengaku lebih percaya diri setelah mengikuti simulasi secara langsung. Mereka merasa terbantu karena bisa melihat dan mempraktikkan langsung tahapan ibadah yang sebelumnya hanya dipelajari melalui buku atau ceramah.
Salah seorang jemaah, Hasan (58), mengatakan bahwa manasik memberikan gambaran nyata tentang kondisi di Tanah Suci. “Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Banyak hal teknis yang harus diperhatikan. Untung ada manasik, jadi kami tidak kaget nanti di sana,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bengkulu berharap seluruh jemaah haji tahun 2026 dapat menjadi duta daerah yang membawa citra positif, baik dari segi kedisiplinan, akhlak, maupun kepatuhan terhadap aturan. Selain itu, diharapkan para jemaah dapat kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur dan membawa semangat kebaikan di tengah masyarakat.
Dengan persiapan melalui manasik haji ini, para calon jemaah tidak hanya dibekali pengetahuan teknis, tetapi juga ditanamkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam menjalankan salah satu rukun Islam yang paling agung. Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan haji demi kenyamanan dan keselamatan seluruh jemaah asal Kota Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra