TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Suasana penuh haru mewarnai dimulainya pembangunan kembali rumah milik pasangan suami istri Poniman dan Deti Mirwani di Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu, Kamis (30/7/2026). Setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran hebat beberapa waktu lalu, keluarga tersebut akhirnya kembali memiliki harapan melalui program bedah rumah hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bengkulu, Polda Bengkulu, dan DPD Real Estate Indonesia (REI) Bengkulu.
Momen penyerahan bantuan berlangsung emosional. Deti Mirwani tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya hingga langsung bersujud di lokasi pembangunan rumah. Tangis bahagia pecah ketika bantuan secara simbolis diserahkan oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., bersama Ketua DPD REI Bengkulu Syamsu Ihwan, disaksikan jajaran Pemerintah Kota, Polda Bengkulu, serta pengurus REI.
Program tersebut menjadi jawaban atas musibah kebakaran yang menimpa keluarga Poniman pada Senin malam (20/7/2026). Dalam peristiwa itu, rumah permanen yang mereka tempati hangus dilalap api bersama empat unit sepeda motor yang berada di dalam bangunan.
Saat kebakaran terjadi, sebagian anggota keluarga sedang berada di luar rumah. Sementara itu, Poniman yang tengah menderita stroke masih berada di dalam rumah dan tidak mampu menyelamatkan diri.
Berkat kesigapan warga sekitar yang segera memberikan pertolongan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, Poniman berhasil dievakuasi sehingga terhindar dari ancaman yang lebih fatal.
Tangis Syukur Korban Mengiringi Dimulainya Pembangunan Rumah
Melihat rumah yang sebelumnya rata dengan tanah kini mulai dibangun kembali, Deti Mirwani tak kuasa menahan air mata. Dengan suara bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada keluarganya.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya membangun kembali rumah yang terbakar, tetapi juga menghidupkan kembali harapan keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
"Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Bapak Kapolda, Ketua REI, dan semua yang telah membantu kami. Kami hanya bisa mendoakan semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ini dengan kesehatan, keberkahan rezeki, dan kesuksesan," ujar Deti sambil menangis.
Ucapan tulus itu membuat suasana semakin mengharukan. Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi tampak meneteskan air mata saat memeluk Deti layaknya seorang anak kepada ibunya. Ia juga mencium tangan Deti sebagai bentuk penghormatan sekaligus memberikan semangat agar tetap tabah menghadapi cobaan.
Dedy Wahyudi: Pemerintah Harus Hadir Saat Warga Mengalami Musibah
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan dirinya langsung berupaya mencari solusi setelah mengetahui musibah yang menimpa keluarga tersebut. Ia mengaku tersentuh karena mengetahui bahwa Deti Mirwani merupakan seorang guru mengaji yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat.
Menurut Dedy, kepedulian terhadap warga tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Karena itu, ia menggandeng berbagai pihak, termasuk DPD REI Bengkulu, agar bantuan dapat segera diwujudkan.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kota Bengkulu, kepolisian, dan REI selama ini telah banyak dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang sedang mengalami kesulitan tidak merasa sendirian. Pemerintah harus hadir, begitu juga seluruh elemen masyarakat," kata Dedy.
Kapolda Bengkulu Tegaskan Komitmen Polri dalam Aksi Kemanusiaan
Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi musibah.
Menurutnya, membangun kepedulian sosial membutuhkan sinergi semua pihak sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kami tidak dapat bekerja sendiri. Semua harus bergandengan tangan membangun Bengkulu. Ketika masyarakat tertimpa musibah, kami juga harus ikut merasakan dan memberikan solusi nyata," ujar Kapolda.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan.
Dengan dimulainya pembangunan rumah tersebut, keluarga Poniman kini memiliki harapan baru untuk kembali menjalani kehidupan secara normal. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong mampu menghadirkan secercah harapan di tengah duka yang mendalam.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra