Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Sambut Baik Mahasiswa KKN-T Universitas Dehasen, Tekankan Peran dalam Edukasi Lingkungan dan Perubahan Sosial

Wali Kota Bengkulu Sambut Baik Mahasiswa KKN-T Universitas Dehasen, Tekankan Peran dalam Edukasi Lingkungan dan Perubahan Sosial

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>    Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memberikan sambutan positif terhadap program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Dehasen Bengkulu Periode III Tahun 2025 yang akan dilaksanakan di sejumlah wilayah Kota Bengkulu, khususnya di Kecamatan Selebar.

Acara penyambutan berlangsung di Kelurahan Betungan dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten I Setda Kota Bengkulu Eko Agusrianto, Camat Selebar Ruslili, Lurah Betungan Nanto, perwakilan TNI-Polri, serta Wakil Rektor II Universitas Dehasen, Rita Prima Bendriyanti. Tak ketinggalan, sebanyak 273 mahasiswa peserta KKN-T turut hadir dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN-T harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap para peserta KKN tidak hanya sekadar menjalankan program formalitas, tetapi benar-benar terlibat aktif dalam upaya pembangunan sosial di lingkungan tempat mereka mengabdi.

"Adik-adik mahasiswa harus hadir membawa manfaat. Jika setelah kalian selesai KKN tidak ada perubahan di masyarakat, itu artinya kita belum berhasil. Tapi kalaupun perubahan itu kecil, asalkan nyata dan berkelanjutan, maka itulah awal dari keberhasilan," ujar Dedy.

Sesuai dengan tema KKN-T yang menekankan pada penguatan mitigasi bencana, Dedy turut mengingatkan bahwa mahasiswa juga harus responsif terhadap isu lain yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Bengkulu, terutama masalah pengelolaan sampah.

Ia menjelaskan bahwa persoalan kebersihan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi lebih pada membentuk budaya masyarakat. Dedy mencontohkan kebiasaan membuang sampah sembarangan yang, jika tidak dikoreksi, akan terus menjadi tradisi negatif di tengah masyarakat.

“Mohon bantu masyarakat memahami pentingnya kebersihan. Budaya itu berasal dari perilaku yang diulang-ulang. Kalau tiap hari orang buang sampah sembarangan dan tidak ditegur, lama-lama jadi budaya. Ini yang harus kita ubah,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta para mahasiswa menggaungkan kembali program Bengkulu BISA—Bersih, Indah, Sejuk, dan Asri—selama masa pengabdian mereka. Program ini diharapkan menjadi sarana edukatif yang mampu menyentuh kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Wali Kota juga mengimbau agar mahasiswa aktif bekerja sama dengan perangkat kelurahan dan RT/RW. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak terlepas dari kolaborasi antara mahasiswa dan aparatur pemerintahan setempat.

“Jangan berpikir bahwa kebersihan hanya tanggung jawab lurah atau RT. Ini tanggung jawab kita semua. Jadi tolong bantu aparat setempat, dorong masyarakat agar berubah lebih baik,” tegas Dedy.

Lebih lanjut, Dedy mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika, sikap, dan nama baik kampus selama berada di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya membawa citra positif sebagai bagian dari Universitas Dehasen.

“Saya titip, jaga attitude kalian. Jangan sampai gara-gara satu dua orang yang tidak menjaga perilaku, nama baik kampus kalian tercoreng. Jaga cara berpakaian, jaga hubungan dengan masyarakat,” pesannya.

Diketahui, pelaksanaan KKN-T Universitas Dehasen tahun ini difokuskan di wilayah Kota Bengkulu atas permintaan langsung dari Wali Kota. Ia menyampaikan bahwa karena sebagian besar kampus memiliki basis utama di kota, maka sudah sewajarnya mahasiswa juga mengabdi di lingkungan kota.

“Saya ingin mahasiswa dari kampus-kampus yang ada di Bengkulu ini menyumbang tenaga dan pikirannya untuk pembangunan Kota Bengkulu. Inilah waktunya adik-adik menunjukkan bahwa kalian bisa menjadi agen perubahan,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap KKN-T tidak hanya menjadi agenda tahunan kampus, tetapi juga momentum transformasi sosial yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat kota.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra