TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>> Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru di Kota Kotamobagu menghadirkan pemandangan yang menarik perhatian masyarakat. Di tengah kesibukan arus lalu lintas dan semangat para pelajar yang kembali mengenakan seragam sekolah, Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, memilih menjalankan peran sederhana namun penuh makna sebagai seorang ayah.
Tanpa protokoler yang berlebihan maupun iring-iringan kendaraan dinas, Weny Gaib berjalan kaki mendampingi putranya, Fhatan Gaib, menuju SMP Negeri 4 Kotamobagu. Perjalanan dari Rumah Dinas Wali Kota menuju sekolah tersebut menjadi simbol kepedulian seorang ayah terhadap pendidikan sekaligus bentuk nyata dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat peran keluarga.
Setibanya di lingkungan sekolah, keduanya disambut hangat oleh Kepala SMP Negeri 4 Kotamobagu, Erni Mokodompit, bersama jajaran guru yang telah bersiap menyambut para siswa pada hari pertama kegiatan belajar mengajar.
Kehadiran Wali Kota bersama putranya tidak hanya menjadi perhatian warga sekolah, tetapi juga menjadi contoh bahwa perhatian orang tua, khususnya ayah, memiliki arti penting dalam membangun rasa percaya diri anak sebelum memulai aktivitas belajar.
Langkah yang dilakukan Weny Gaib merupakan implementasi langsung dari Surat Edaran Wali Kota Kotamobagu Nomor 96/W-KK/IV/2026 tentang Penguatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) melalui program Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS).
Program tersebut dirancang sebagai upaya meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak sejak dari lingkungan keluarga. Pemerintah Kota Kotamobagu berharap gerakan ini mampu membangun hubungan emosional yang lebih erat antara ayah dan anak sehingga memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter serta prestasi belajar.
Di sela kegiatan tersebut, Wali Kota mengajak seluruh ayah di Kota Kotamobagu untuk meluangkan waktu mendampingi anak, terutama pada momentum awal memasuki lingkungan sekolah.
"Pagi ini saya turut mendukung dan mengajak seluruh ayah di Kota Kotamobagu untuk mengambil peran aktif dalam pendidikan dan tumbuh kembang anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah," ujar Weny Gaib.
Menurutnya, kegiatan mengantar anak ke sekolah bukan sekadar rutinitas harian, melainkan kesempatan membangun komunikasi yang lebih dekat antara orang tua dan anak. Momen singkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan motivasi, doa, serta dukungan moral agar anak lebih percaya diri menghadapi proses pembelajaran.
"Mengantar anak ke sekolah bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momen berharga untuk membangun kedekatan, memberikan semangat, serta menanamkan rasa percaya diri kepada anak sebelum memulai aktivitas belajar," katanya.
Ia menilai, kehadiran seorang ayah pada awal hari mampu memberikan energi positif yang akan dibawa anak selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Perhatian sederhana berupa senyuman, pelukan, ataupun kata-kata penyemangat diyakini mampu memperkuat kondisi psikologis anak dalam menghadapi tantangan pendidikan.
Lebih jauh, Pemerintah Kota Kotamobagu berharap program GAMAS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial pada hari pertama sekolah. Gerakan tersebut diharapkan menjadi budaya baru dalam kehidupan keluarga sehingga keterlibatan ayah dalam mendidik anak semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Peran ayah, menurut Weny Gaib, bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pendamping yang aktif dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab anak sejak usia dini.
Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, pemerintah ingin menguatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkualitas.
Weny Gaib optimistis, jika keterlibatan orang tua terus diperkuat, maka kualitas pendidikan di Kota Kotamobagu akan semakin meningkat karena proses pembentukan karakter dimulai dari rumah sebelum anak memasuki ruang kelas.
Menutup kegiatannya, Wali Kota kembali mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh guru dan sekolah, tetapi juga bergantung pada perhatian, kasih sayang, dan keterlibatan kedua orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak setiap hari.
"Karena pendidikan yang berkualitas dimulai dari perhatian dan kasih sayang orang tua, baik ibu maupun ayah. Ayah hadir, anak semangat belajar, dan keluarga semakin kuat," tutupnya.
Pewarta : Gusman
Editing : Adib Saputra