TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., resmi mengukuhkan kepengurusan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Kotamobagu periode 2026–2031. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Paloko, Hotel Sutan Raja Kotamobagu, pada 1 November 2026.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi organisasi yang menaungi para pensiunan aparatur sipil negara (ASN) untuk melanjutkan kontribusi bagi daerah. Meski telah menyelesaikan masa tugas formal, para anggota PWRI dinilai masih memiliki pengalaman, wawasan, dan kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan Kota Kotamobagu.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PWRI Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Ferdinan E.N. Mewengkang, Koordinator Bidang Organisasi PWRI Sulut Konni Pangalila, S.Sos., Wakil Wali Kota Kotamobagu sekaligus Koordinator Pengurus PWRI Kotamobagu, Drs. H. Jainuddin Damopolii, serta Ketua PWRI Kotamobagu, Taufik Mokoginta.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu H. Sofyan Mokoginta dan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotamobagu Noval Manoppo, bersama sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Weny Gaib menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus PWRI Kota Kotamobagu yang mendapat amanah untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.
Ia menegaskan, keberadaan PWRI memiliki arti penting bagi pemerintah daerah. Organisasi tersebut tidak semestinya hanya menjadi tempat berkumpulnya para pensiunan untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga harus mampu berperan sebagai sumber masukan dan pemikiran yang bermanfaat bagi kemajuan daerah.
Menurut Weny, pengalaman panjang para purna bakti dalam menjalankan tugas pemerintahan merupakan aset berharga. Pengetahuan mengenai birokrasi, pelayanan publik, serta berbagai persoalan pembangunan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Karena itu, ia mendorong jajaran pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan PWRI dan melibatkan para anggotanya sesuai keahlian masing-masing.
“Pemerintah saat ini wajib hukumnya bekerja sama dengan PWRI, mendengarkan arahan PWRI sesuai dengan bidang kemampuan dan pengalamannya masing-masing,” ujar Weny.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya hubungan kemitraan antara pemerintah dan para purna bakti. Kolaborasi yang baik diharapkan mampu menghadirkan sudut pandang tambahan dalam menghadapi tantangan pemerintahan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua PWRI Provinsi Sulawesi Utara, Ferdinan E.N. Mewengkang, turut menekankan pentingnya peran pengurus yang baru dikukuhkan dalam menjaga keberlanjutan kontribusi organisasi.
Ia berharap para pengurus dapat menjalankan tanggung jawab secara aktif, menjaga kekompakan, serta menghadirkan gagasan yang konstruktif untuk mendukung kemajuan Kota Kotamobagu.
Menurut Ferdinan, pengalaman yang dimiliki anggota PWRI merupakan modal sosial yang patut dijaga dan dimanfaatkan. Dengan tetap berpegang pada semangat pengabdian, para pensiunan dapat memberikan sumbangsih pemikiran tanpa harus berada dalam jabatan struktural pemerintahan.
“Pengurus yang baru dilantik agar senantiasa menyumbangkan pengalaman serta buah pikiran yang positif dan membangun untuk kemajuan daerah,” kata Ferdinan.
Ia juga menjelaskan perlunya penguatan kelembagaan agar PWRI semakin dekat dengan anggotanya. Salah satu langkah yang disampaikan ialah memperluas kemitraan strategis dengan Bank SulutGo untuk memfasilitasi kebutuhan anggota, termasuk hingga tingkat kecamatan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat organisasi sekaligus mendukung kesejahteraan para purna bakti melalui kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan anggota.
Kepemimpinan Taufik Mokoginta dalam PWRI Kota Kotamobagu periode 2026–2031 diharapkan mampu membawa organisasi menjadi lebih aktif, solid, dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya maupun perkembangan daerah.
Ke depan, sinergi antara Pemerintah Kota Kotamobagu dan PWRI menjadi salah satu peluang untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Pengalaman para pensiunan dapat menjadi bahan evaluasi, pertimbangan, dan masukan dalam berbagai bidang sesuai kompetensi mereka.
Di sisi lain, regenerasi kepengurusan juga menjadi kesempatan untuk memperluas kegiatan organisasi, meningkatkan komunikasi antaranggotanya, serta memperkuat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan dukungan pemerintah dan komitmen pengurus yang baru, PWRI diharapkan tidak hanya menjaga kebersamaan para purna bakti, tetapi juga terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengukuhan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengabdian kepada daerah tidak harus berhenti ketika masa kedinasan berakhir. Melalui gagasan, pengalaman, dan kerja sama yang berkelanjutan, para purna bakti tetap dapat mengambil bagian dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Kotamobagu.
Pewarta : Gusman
Editing : Adi Saputra