TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Kota Bengkulu yang kian aktif mendukung program pemerintah dalam upaya mengatasi persoalan sampah. Ia menilai, kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan mulai tumbuh dan berkembang secara positif.
Menurut Dedy, tanda-tanda perubahan perilaku masyarakat terhadap kebersihan terlihat dari semakin banyaknya kegiatan gotong royong yang digelar rutin di berbagai kelurahan. Tidak hanya itu, inisiatif warga dalam menciptakan lingkungan bersih pun mulai bermunculan sebagai bentuk nyata dari kepedulian bersama.
“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai tumbuh kesadaran warga Kota Bengkulu untuk menjaga kebersihan. Ini terbukti setiap minggu pagi, warga di berbagai sudut kota terlihat bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar,” ungkap Walikota dalam keterangannya, Senin (23/6).
Ia menambahkan bahwa dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, kondisi Kota Bengkulu kini semakin terlihat bersih dan asri. Tumpukan-tumpukan sampah yang dulunya kerap ditemukan di pinggir jalan maupun tempat-tempat umum mulai berkurang drastis.
“Kota Bengkulu mulai terlihat lebih bersih. Tumpukan sampah yang dulu menjadi keluhan kini sudah jauh berkurang. Ini bukti bahwa kesadaran warga mulai meningkat. Intinya, menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Dedy.
Sebagai bentuk dukungan dan motivasi terhadap upaya warga menjaga lingkungan, Dedy telah menggagas lomba kebersihan antar kelurahan. Program ini diharapkan dapat memicu kompetisi sehat antar wilayah, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab sosial para lurah dan camat dalam menjaga kebersihan wilayah masing-masing.
“Kita adakan lomba kebersihan antar kelurahan agar ada semangat kompetisi. Para lurah dan camat harus bertanggung jawab terhadap wilayahnya masing-masing. Yang berhasil menjaga kebersihan akan mendapat hadiah berupa uang tunai sebesar Rp35 juta. Tapi sebaliknya, bagi kelurahan yang dinilai paling kotor, tentu akan ada sanksi,” jelas Dedy.
Ia juga terus mengimbau warga untuk senantiasa menjaga kebersihan dan membudayakan gotong royong secara rutin, tidak hanya untuk menciptakan lingkungan yang sehat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Ayo kita jaga kebersihan bersama. Jangan lupa, tiap minggu pagi kita adakan gotong royong. Selain membersihkan lingkungan, ini juga bisa jadi momen untuk mempererat hubungan antar tetangga,” ajaknya.
Meski demikian, Walikota mengaku masih menemukan sejumlah perilaku negatif dari oknum warga yang tidak bertanggung jawab, terutama yang masih membuang sampah sembarangan. Salah satu lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal adalah di area jembatan, gang-gang sempit, serta lokasi-lokasi yang jauh dari pemantauan warga.
“Saya sempat menerima kiriman video dari warga Kelurahan Bentiring yang membersihkan jembatan. Sayangnya, tempat itu justru jadi sasaran oknum tak bertanggung jawab yang membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perilaku seperti itu harus dihentikan dan tidak boleh ditoleransi, karena dapat merusak upaya bersama dalam menjaga kebersihan kota. Pemerintah kota juga akan terus memantau dan menindak tegas siapa pun yang kedapatan melakukan pelanggaran tersebut.
Dedy berharap, dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Bengkulu dapat terus bertransformasi menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua warganya.
“Dengan semangat gotong royong, kita bisa menjadikan Kota Bengkulu sebagai kota yang bersih dan membanggakan. Mari kita terus bergerak bersama,” tutup Walikota.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra