TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>> Dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali menegaskan pentingnya komitmen seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu untuk bekerja secara maksimal, profesional, dan penuh tanggung jawab.
Dedy menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Kota Bengkulu tidak bisa terlepas dari peran serta seluruh jajaran pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ASN dan pegawai Pemkot untuk mendukung visi dan misi yang telah dirancang bersama Wakil Walikota Ronny Poy Tobing dalam membangun Kota Bengkulu yang lebih maju, sejahtera, dan membahagiakan warganya.
“Saya butuh tim yang solid, bagaimana ketika Walikota dan Wakil Walikota kerja, didukung penuh oleh para aparaturnya. Tanpa tim yang kuat, cita-cita kita akan sulit tercapai,” ujar Dedy dalam arahannya kepada para pegawai di lingkungan Pemkot Bengkulu.
Lebih lanjut, Dedy menyampaikan bahwa dirinya tidak menyukai sikap pegawai yang suka mengeluh atau banyak memberikan alasan ketika menerima tugas. Menurutnya, seorang aparatur negara harus memiliki semangat dan kesiapan dalam bekerja demi kepentingan masyarakat.
“Saya paling tidak suka orang yang suka mengeluh. Kalau merasa tidak mampu, katakan saja secara jujur. Tidak ada masalah, silakan mengundurkan diri jika tidak sanggup. Daripada bekerja setengah hati dan justru menghambat pelayanan,” ujarnya tegas.
Dalam kesempatan itu, Dedy juga mengingatkan pentingnya etika dan komunikasi dalam birokrasi. Ia meminta agar seluruh pegawai senantiasa responsif terhadap perintah pimpinan, termasuk saat dihubungi melalui pesan singkat atau telepon.
“HP harus selalu aktif. Siap siaga 24 jam. Kalau pimpinan menghubungi melalui WA atau telepon, mohon segera dijawab. Jangan sampai ada yang tidak membalas. Itu kurang beretika dan tidak mencerminkan profesionalisme seorang aparatur,” katanya dengan nada serius.
Tak hanya soal kedisiplinan dan tanggung jawab, Dedy juga mengingatkan agar para aparatur tidak memiliki mental block atau mentalitas menolak sebelum mencoba. Menurutnya, banyak pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik apabila dilaksanakan terlebih dahulu dengan niat dan usaha maksimal.
“Saya anti dengan pegawai yang belum apa-apa sudah bilang tidak bisa. Laksanakan dulu, kerjakan dulu. Kalau hasilnya belum maksimal, kita bisa evaluasi dan perbaiki bersama. Tapi kalau belum dilaksanakan sudah menolak, berarti cara pandang dan prioritas kita berbeda,” tambahnya.
Dedy menyatakan, kritik dan masukan tetap diperbolehkan, asalkan disampaikan dengan cara yang baik dan disertai alasan yang jelas. Namun demikian, jika sudah ada perintah pimpinan, maka harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian.
“Saya tidak alergi dikritik, tapi mari kita kerjakan dulu. Kalau ada yang kurang pas, kita benahi. Tapi jangan jadikan alasan untuk tidak bekerja,” tuturnya.
Menutup arahannya, Dedy berharap seluruh aparatur Pemkot Bengkulu dapat menunjukkan dedikasi dan integritas dalam menjalankan tugas. Ia ingin seluruh jajarannya menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat serta mewujudkan pemerintahan yang humanis, responsif, dan hadir dalam setiap kebutuhan warga.
“Kita ini pelayan masyarakat, bukan sebaliknya. Tunjukkan bahwa kita siap bekerja kapan saja dan memberikan pelayanan terbaik. Dengan begitu, kita semua bisa ikut andil dalam menciptakan Kota Bengkulu yang bahagia dan penuh keberkahan,” tutup Walikota Dedy Wahyudi dengan penuh harap.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra