Skip to main content

Warga Bengkulu Diminta Waspada Potensi Abu Vulkanik Krakatau, Ini Langkah Antisipasinya

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri dari potensi paparan abu vulkanik. Imbauan mencakup penggunaan masker, perlindungan mata, serta menjaga kebersihan rumah dan keamanan sumber air.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya sebaran abu vulkanik sebagai dampak aktivitas Gunung Krakatau. Potensi pergerakan material vulkanik tersebut perlu diantisipasi karena kondisi angin dapat membawa partikel debu ke sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, termasuk Bengkulu.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat tidak mengalami gangguan kesehatan maupun persoalan lain yang dapat muncul apabila abu vulkanik mencapai permukiman.

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi melalui jajaran Dinas Kesehatan meminta masyarakat tidak menganggap remeh paparan abu vulkanik. Partikel berukuran sangat kecil yang terkandung di dalam debu vulkanik dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan berbagai keluhan kesehatan.

Paparan abu juga berpotensi menimbulkan iritasi pada mata serta gangguan pada kulit. Karena itu, masyarakat diminta melakukan perlindungan sejak dini, terutama apabila kondisi lingkungan mulai menunjukkan adanya debu vulkanik.

Kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi antara lain balita, lansia, ibu hamil, serta warga yang mempunyai riwayat asma maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Dedy mengimbau warga yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sementara bagi masyarakat yang harus bepergian, penggunaan masker dengan kemampuan filtrasi tinggi seperti N95 atau KN95 sangat dianjurkan.

Selain melindungi saluran pernapasan, warga juga diminta menggunakan kacamata pelindung dan pakaian berlengan panjang untuk mengurangi kontak langsung antara kulit maupun mata dengan partikel abu.

"Yang utama adalah masyarakat tetap tenang dan melakukan langkah perlindungan sejak awal. Gunakan masker ketika berada di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan. Jangan menunggu sampai muncul keluhan kesehatan baru melakukan antisipasi," ujar Dedy, Minggu (6/9/2026).Upaya perlindungan tidak hanya dilakukan ketika berada di luar rumah. Masyarakat juga diminta memastikan pintu dan jendela tertutup rapat apabila abu vulkanik mulai terlihat di lingkungan sekitar.

Celah yang memungkinkan debu masuk ke dalam rumah dapat ditutup menggunakan kain lembap. Cara tersebut diharapkan dapat mengurangi masuknya partikel halus ke ruang keluarga maupun kamar tidur.

Saat membersihkan rumah, warga disarankan tidak menggunakan metode menyapu secara kering. Abu yang sudah mengendap justru dapat kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup.

Pembersihan lantai, meja, kursi, serta perabotan lainnya sebaiknya dilakukan menggunakan kain atau alat pel yang dibasahi air.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat memperhatikan keamanan sumber air. Apabila terdapat dugaan air telah tercemar abu vulkanik, warga tidak dianjurkan langsung menggunakannya untuk memasak atau kebutuhan konsumsi.

Air yang akan dikonsumsi perlu melalui proses penyaringan dan direbus hingga matang. Bahan makanan, khususnya sayuran dan buah yang berada di area terbuka, juga harus dicuci menggunakan air mengalir sebelum dikonsumsi.

Pemilik hewan ternak turut diminta memperhatikan pakan dan air minum ternak. Wadah pakan maupun minuman sebaiknya ditempatkan di lokasi yang terlindung agar tidak terkena abu.Dampak abu vulkanik juga dapat dirasakan pada sektor transportasi. Partikel debu yang berada di udara dapat mengurangi jarak pandang pengendara, sementara abu yang menempel di permukaan jalan berpotensi membuat kondisi jalan licin.

Karena itu, pengendara sepeda motor maupun mobil diminta mengurangi kecepatan, meningkatkan jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan ketika jarak pandang mulai terganggu.

Tumpukan abu pada sejumlah instalasi listrik juga perlu diantisipasi karena dapat mengganggu jaringan kelistrikan. Masyarakat disarankan menyediakan lampu darurat sebagai langkah kesiapsiagaan apabila terjadi pemadaman.

Dedy kembali meminta warga tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Setiap perkembangan terkait aktivitas vulkanik dan potensi sebaran abu sebaiknya mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang seperti PVMBG, BMKG, dan BPBD.

"Jangan panik dan jangan ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ikuti perkembangan dari sumber resmi agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan dapat mengambil langkah yang tepat," tegasnya.

Apabila setelah terpapar abu seseorang mengalami sesak napas yang semakin berat, batuk berdarah, demam tinggi, atau keluhan serius lainnya, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas.

Kewaspadaan bersama dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko apabila kondisi atmosfer membawa material abu vulkanik ke wilayah Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra