Skip to main content

Warga Diminta Rutin Bersihkan Drainase untuk Cegah Banjir di Bengkulu

Warga Diminta Rutin Bersihkan Drainase untuk Cegah Banjir di Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau warga, khususnya yang tinggal di kawasan padat penduduk, untuk rutin membersihkan saluran drainase di sekitar lingkungan mereka. Langkah ini dinilai penting guna mencegah terjadinya banjir yang kerap terjadi akibat saluran tersumbat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Yosep Fery Rizal, mengatakan pemerintah selama ini telah melakukan berbagai upaya dalam penanggulangan banjir. Namun, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan masih banyak drainase di kawasan perumahan yang tertutup sampah, tanah, atau semak belukar. Kondisi tersebut, menurutnya, mencerminkan kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat, terutama di wilayah pemukiman, sangat dibutuhkan. Jangan biarkan aliran drainase tersumbat karena itu bisa memicu genangan saat hujan lebat,” jelas Yosep, Senin (11/8).

Ia menambahkan, banyak saluran yang sebenarnya memiliki konstruksi masih layak dan berfungsi dengan baik, namun kehilangan kapasitasnya karena tertutup endapan dan sampah. Akibatnya, air hujan tidak dapat mengalir lancar dan justru meluap ke jalan atau rumah warga.

“Sebagian banjir yang kita alami bukan hanya karena luapan sungai, tetapi juga akibat drainase di lingkungan yang tidak terawat. Jika jalur air tertutup, maka otomatis air akan mencari jalan lain dan menyebabkan genangan,” ujarnya.

Yosep mendorong warga untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong membersihkan saluran air. Ia juga menyarankan agar masyarakat secara berkala memeriksa kondisi siring di sekitar rumah masing-masing. Jika ditemukan sampah atau sedimen yang menghalangi aliran air, sebaiknya segera dibersihkan sebelum menimbulkan masalah.

Namun, jika hambatan yang ditemukan berupa dahan pohon besar, batu, atau benda berat lainnya yang sulit diangkat sendiri, warga dapat menghubungi Dinas PUPR untuk meminta bantuan. Menurut Yosep, pihaknya memiliki Unit Reaksi Cepat (URC) yang siap membantu menangani persoalan seperti ini.

“Kami memang punya tim URC yang bertugas membantu masyarakat mengatasi kendala drainase, termasuk penanganan banjir. Tetapi dengan keterbatasan personel dan luasnya wilayah, kami tidak bisa memantau seluruh titik secara rutin. Karena itu, laporan dari masyarakat menjadi kunci,” katanya.

Selain membersihkan drainase, Yosep juga mengingatkan agar warga tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran air. Kebiasaan buruk tersebut menjadi penyebab utama penyumbatan yang memicu banjir saat curah hujan tinggi.

“Kesadaran menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kalau kita mau sedikit peduli, manfaatnya akan kembali kepada kita sendiri. Lingkungan bersih, saluran lancar, dan risiko banjir bisa ditekan,” pungkasnya.

Dengan peran aktif semua pihak, Pemkot Bengkulu optimistis masalah genangan air yang kerap menghantui warga setiap musim hujan dapat diminimalkan. Pemerintah berharap langkah sederhana seperti membersihkan drainase dapat menjadi kebiasaan yang terus dijaga oleh masyarakat.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra