Skip to main content

WENY GAIB PIMPIN PKB KOTAMOBAGU 2026–2031, YUSRA ALHABSYI TARGETKAN MENANG PEMILU 2029

Ketua DPW PKB Sulawesi Utara Yusra Alhabsyi bersama Ketua DPC PKB Kota Kotamobagu Weny Gaib dan jajaran pengurus saat pengukuhan DPC dan DPAC PKB Kota Kotamobagu masa bakti 2026–2031 di Ballroom Hotel Sutan Raja, Minggu (1/11/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<<>>>   Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai memperkuat barisan politiknya di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Langkah tersebut ditandai dengan pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB Kota Kotamobagu untuk masa bakti 2026–2031.

Prosesi pengukuhan berlangsung di Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan orientasi politik serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) sebagai langkah awal menyusun arah perjuangan dan strategi organisasi lima tahun ke depan.

Ketua DPW PKB Sulawesi Utara, Yusra Alhabsyi, yang juga menjabat sebagai Bupati Bolaang Mongondow, hadir langsung dalam agenda tersebut. Ia didampingi sejumlah pengurus DPW PKB Sulut, termasuk Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Muliadi Paputungan.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, Asisten III Agung Adati, Kepala Badan Kesbangpol Refly Mokoginta, Kepala Satpol PP Nazli Paputungan, serta perwakilan Polres Kotamobagu.

Dari unsur legislatif, tampak Wakil Ketua DPRD Kotamobagu Jusran Deby Mokolanot bersama sejumlah anggota DPRD, yakni Dani Ikbal Mokoginta, Refly Setiawan Mamonto, dan Fahrian Mokodompit.

Sejumlah tokoh perempuan dan pimpinan partai politik juga hadir, di antaranya Ketua TP-PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Kalsum Alhabsyi, Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu Rindah Gaib Mokoginta, Ketua DPC Partai NasDem Syarif Mokodongan, serta perwakilan Partai Hanura Teni Pudul.

Dalam sambutannya, Ketua DPC PKB Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Sulawesi Utara Yusra Alhabsyi.

Menurut Weny, amanah memimpin partai bukan sekadar jabatan organisatoris, melainkan tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur politik.

Ia menilai demokrasi memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Karena itu, keberadaan PKB harus menjadi wadah pengabdian yang mengutamakan kepentingan publik dibandingkan kepentingan pribadi maupun kelompok.

Weny juga mengajak seluruh kader menjadikan momentum pengukuhan sebagai awal memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kerja organisasi hingga tingkat paling bawah.

Ia secara khusus memberikan penghormatan kepada kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Jusran Deby Mokolanot yang dinilai telah membangun fondasi penting bagi perkembangan PKB di Kota Kotamobagu.

Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari siapa yang memegang jabatan, tetapi juga dari kesinambungan perjuangan dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.

Weny berharap seluruh pengurus yang baru dilantik mampu menyatukan langkah, memperluas komunikasi politik, serta membangun kekuatan partai mulai dari lingkungan RT, RW hingga kelurahan.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulawesi Utara, Yusra Alhabsyi, menekankan pentingnya konsolidasi sejak dini. Ia mengingatkan bahwa persiapan menghadapi kontestasi politik tidak bisa dilakukan secara mendadak menjelang pemilihan umum.

Menurut Yusra, kepengurusan baru harus segera bekerja membangun jaringan, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan seluruh struktur partai berjalan aktif dan produktif.

Ia bahkan memasang target besar agar PKB mampu menjadi kekuatan politik terdepan di Kota Kotamobagu pada Pemilu 2029.

Yusra menegaskan, waktu yang masih tersedia harus dimanfaatkan untuk menyiapkan fondasi organisasi yang kuat, sehingga partai memiliki kesiapan menghadapi persaingan politik mendatang.

Selain menyoroti target elektoral, Yusra juga mengingatkan pentingnya menjalankan politik bermoral. Ia menilai nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman setiap kader dalam menjalankan tugas politik maupun ketika memperoleh kepercayaan menduduki jabatan publik.

Menurutnya, kekuasaan tidak boleh dijadikan alasan untuk bertindak sewenang-wenang. Sebaliknya, kader PKB harus mampu menjadi pengayom masyarakat, membuka ruang komunikasi, serta menjaga hubungan baik dengan seluruh elemen politik.

Ia juga mengajak PKB membangun persaingan yang sehat dengan partai lain. Perbedaan pilihan politik, kata dia, tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama demi kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Yusra turut menekankan pentingnya hubungan konstruktif antara partai politik dan pemerintah daerah.

Ia berharap komunikasi dan kolaborasi yang terbangun dapat mendorong lahirnya kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan kelompok rentan, termasuk warga lanjut usia.

Baginya, keberhasilan politik seharusnya tidak hanya dilihat dari perolehan kursi atau jabatan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Yusra menginginkan agar seluruh kader PKB mampu mengambil bagian dalam menciptakan kehidupan masyarakat Kotamobagu yang lebih sejahtera, harmonis, dan bahagia.

Setelah prosesi pengukuhan dan orientasi politik, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Cabang. Forum tersebut menjadi ruang pembahasan untuk merancang program prioritas, memperjelas agenda organisasi, serta menentukan langkah strategis DPC PKB Kota Kotamobagu selama periode 2026–2031.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PKB Kotamobagu diharapkan semakin solid dan mampu memperkuat peran politiknya. Target kemenangan pada Pemilu 2029 pun menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh kader untuk membuktikan kerja nyata di tengah masyarakat.

Pewarta : Gusman 

Editing : Adi Saputra