TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu mencatat tingkat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Mei 2026 mencapai 2,90 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga berbagai kebutuhan masyarakat, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi di daerah tersebut.
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati, dalam kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Mei 2026 yang berlangsung di Kantor BPS Kota Bengkulu pada Selasa (2/6/2026).
Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,87 persen, sementara secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) terjadi deflasi sebesar 1,33 persen. Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Bengkulu pada Mei 2026 tercatat berada di angka 110,38.
Kelompok Makanan Jadi Penyumbang Utama Inflasi
BPS menjelaskan bahwa inflasi tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat. Kelompok yang mengalami peningkatan indeks harga antara lain makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,06 persen; pakaian dan alas kaki sebesar 2,42 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,12 persen; perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,90 persen; serta transportasi sebesar 3,12 persen.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,02 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,62 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,37 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 7,61 persen.
Menurut Iin Inayati, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi tahunan dengan kontribusi atau andil sebesar 1,75 persen.
Beberapa komoditas yang memberikan tekanan inflasi cukup besar antara lain emas perhiasan, cabai merah, daging ayam ras, tarif angkutan udara, dan ikan dencis. Kenaikan harga komoditas tersebut dinilai memiliki pengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga masyarakat Kota Bengkulu.
Pendidikan dan Kesehatan Alami Deflasi
Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas, terdapat pula beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga atau deflasi.
Kelompok kesehatan tercatat mengalami deflasi sebesar 0,27 persen, sedangkan kelompok pendidikan mengalami penurunan yang cukup besar yakni mencapai 8,31 persen.
Kelompok pendidikan menjadi penyumbang utama deflasi tahunan dengan andil sebesar 0,50 persen. Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap penurunan tersebut meliputi biaya Sekolah Menengah Atas (SMA), santan segar, bawang putih, tarif rumah sakit, dan bensin.
Penurunan harga pada sejumlah komoditas tersebut membantu menahan laju inflasi yang lebih tinggi di Kota Bengkulu selama Mei 2026.
Inflasi Bulanan Dipicu Kenaikan Harga Cabai dan Tiket Pesawat
Sementara itu, secara bulanan atau month to month (m-to-m), inflasi sebesar 0,87 persen juga didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,59 persen.
Komoditas yang menjadi pemicu utama inflasi bulanan antara lain cabai merah, tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, dan tomat.
Lonjakan harga cabai merah dan kebutuhan pokok lainnya menjadi faktor yang paling dirasakan masyarakat, terutama menjelang meningkatnya aktivitas konsumsi rumah tangga.
Di sisi lain, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat mengalami deflasi dengan andil sebesar 0,03 persen. Beberapa komoditas yang memberikan kontribusi terhadap deflasi bulanan tersebut yakni daging ayam ras, emas perhiasan, ikan dencis, kentang, serta makanan hewan peliharaan.
BPS Ajak Pemangku Kepentingan Pantau Pergerakan Harga
Kegiatan rilis Berita Resmi Statistik ini turut dihadiri oleh perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para statistisi BPS Kota Bengkulu, serta sejumlah insan media.
Melalui publikasi data inflasi secara berkala, BPS berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memahami perkembangan harga barang dan jasa di daerah. Informasi tersebut juga menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat.
Dengan inflasi tahunan yang masih berada dalam rentang terkendali, Pemerintah Kota Bengkulu diharapkan terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi harga, terutama pada komoditas pangan strategis yang selama ini menjadi faktor utama pembentuk inflasi daerah.SEO Title: Inflasi Kota Bengkulu Mei 2026 Tembus 2,90 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra