TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pembahasan isu politik terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lebong dinilai masih terlalu dini untuk disimpulkan sebagai pencalonan kepala daerah. Hingga saat ini, belum ada tahapan resmi Pilkada yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Fakta di lapangan menunjukkan, beredarnya konten media sosial yang menampilkan sejumlah nama tokoh daerah dengan narasi “seandainya mencalonkan diri menjadi Bupati Lebong” bersifat opini publik atau simulasi, bukan pernyataan resmi pencalonan.
Konten tersebut tidak disertai deklarasi dari pihak terkait maupun dukungan partai politik.
Sampai berita ini diterbitkan, KPU Kabupaten Lebong belum membuka tahapan pendaftaran pasangan calon, belum menetapkan jadwal resmi Pilkada, serta belum mengumumkan mekanisme pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Lebong.
Dengan demikian, belum terdapat dasar hukum untuk menetapkan siapa pun sebagai calon kepala daerah.
Adapun nama-nama yang tercantum dalam konten media sosial tersebut antara lain H. Azhari, SH, MH; Kopli Ansori, S.Sos; Bambang ASB, S.Sos, M.Si; Wilyan Bachtiar, S.IP; Teguh Raharjo EP, SE; serta Leni Hayrati JL, S.E., M.Si.
Kemunculan nama-nama tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika opini publik, bukan proses politik formal.
Tokoh masyarakat Lebong mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing isu politik yang belum jelas dasar dan sumber resminya. Menurutnya, pembahasan politik yang dilakukan terlalu dini berpotensi menimbulkan kegaduhan serta mengganggu fokus pemerintahan dan pelayanan publik.
“Masyarakat sebaiknya menunggu informasi resmi dari KPU dan pernyataan langsung dari pihak terkait. Demokrasi harus dijalankan sesuai tahapan dan aturan,” ujar salah satu tokoh masyarakat.
Dengan demikian, isu Pilkada Lebong yang berkembang saat ini ditegaskan belum dapat dikategorikan sebagai pencalonan, melainkan sebatas wacana yang beredar di ruang publik. Publik diharapkan tetap bersikap bijak dan kritis dalam menyikapi informasi politik menjelang agenda demokrasi lima tahunan tersebut.
Pewarta: Harlis Sang Putra
Editing: Adi Saputra
Isu Politik Pilkada Lebong Dinilai Terlalu Dini, Publik Diminta Menunggu Tahapan Resmi
Isu Politik Pilkada Lebong Dinilai Terlalu Dini, Publik Diminta Menunggu Tahapan Resmi