BENGKULU.TEROPONGPUBLIK.COM>><<Kabupaten Kudus dari Provinsi Jawa Tengah yang ikut dalam Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (TTG-N) XVI akan menampilkan dual produk teknologi hasil Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudusdan produk rumah tangga (home industri) .
"Dua alat produk yang dipamerkan di stand Kabupaten Kudus yakni kompor Nonmigas (KOBAR).Kompor ini rama lingkungan, aman,dan muda digunakan, karena kompor ini portable sehingga mudah untuk pembangunan, tampah tampah mengunakan mie, baut, "ungakap yuni Dinas Pemberdayaan masyarakat dan deaa Kabupaten Kudus.

Yuni juga menambahkan,"Bahan bakar kompor kobar sendiri memanfaatkan limbah yang ada disekitar kita, seperti kayu, ranting,pohon,bambu bekas bangunan,batok kelapa, teh celup yang dikeringkan,digunakan sebagai pemantik awal penghidupan Kompor,dan kompor kobar ini tidak bisa digunakan yang namanya bahan yang berbentuk plastik,Kompor KOBAR sendiri hangatnya melebihi kompor gas, bahkan mencapai kepanasanya lebih kurang 471 derajat tampah mengunakan gas,"tambahnya.

Keunggulan Kompor KOBAR sendiri :
1.Hebat Biaya(karena hanya menfaatkan limbah yang ada disekitar kita sehingga tidak perlu membeli gas atau minyak tanah
2.Hemat Waktu(karena busa masak, mengoreng,membakar dan merebus dalam waktu bersamaan)
3.Bebas bau asap (karena asap yang di timbukkan sangar minim)
4.Prabot rumah tangga tetap bersih(karena tidak bersentuhan langsung dengan api)
5.Aman(karena tidak ada resiko pembakaraan atau meledak)
6.dapat digunakan dalam ruangan /aut door(karena api tetap stabil tidak terpengaruh hembusan angin kencang)
Kompor KOBAR sendiri banyak sekali kegunaannya antra lain
1.Bisa digunakan untuk kompor rumah tangga, terutama ibu-ibu yang takut dan trouma terhadap bahan bakar gas.
2.Cocok digunakan untuk daerah tertinggal,dimana bahan bakar gas sulit dijqngkau
3.Cocok untuk digunakan dapur Umum, didaerah terkena bencana,karena tidak menggunakan aliran listrik.

"Sedangkan Produk lain yang ditampilkan oleh Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa dari Kabupaten kudus yaitu,Power pro untuk menaikkan tegangan listrik,mungkin daya yang digunakan lebih besar,seperti daya 900 bisa dinaikkan menjadi seribu Tiga ratus,yang jelas untuk cara kerjanya sendiri,waktu listrik masuk itu harus di seping dulu,dan untuk Pln sendiri tidak ada larangannya, karena kita memasangnya setelah meteranya didalam atau kita memasangnya didalam sesudah meterannya,bahkan dari pihak Pln sendiri mengajak produksi hasik untuk berkerja sama,"jelas yuni.

"untuk masyarakat Kudus sendiri, Alhamdulillah sudah banyak mengunakan baik kompor KOBAR juga Power Pro,dan kami dari Pemerintah Kudus sendiri sangat bangga bisa hadiri diprovinsi Bengkulu sendiri dan adanya TTGN ini kita sama-sama berbagi,"tutupnya.(AMENG)