Skip to main content

Kapolda Bengkulu Turun Tangan Usut Pencabutan Pohon Kelapa di Pantai Panjang

Kapolda Bengkulu Turun Tangan Usut Pencabutan Pohon Kelapa di Pantai Panjang

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Polemik pencabutan pohon kelapa yang baru saja ditanam dalam program Gerakan Menanam 10 Ribu Pohon Kelapa (GEMPALA) di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, semakin menyita perhatian publik. Setelah sebelumnya Wali Kota Bengkulu, kini giliran Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., yang angkat bicara.

Kapolda menegaskan, pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan menurunkan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrim) Polda Bengkulu dan Polresta Bengkulu untuk menyelidiki siapa pihak yang bertanggung jawab atas tindakan tidak terpuji tersebut.

“Saya sudah memerintahkan jajaran Reskrim dan juga Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, untuk melakukan penyelidikan siapa pelakunya. Jika nanti terbukti ada unsur pidana, tentu akan kita tindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Kapolda, Rabu (27/8).

Menurutnya, tindakan pencabutan pohon tersebut bukan hanya merusak fasilitas publik, tetapi juga mencederai semangat kebersamaan masyarakat yang terlibat dalam program penghijauan di kawasan wisata andalan Kota Bengkulu.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang lebih dulu menyoroti peristiwa itu, menegaskan bahwa pihak pemerintah kota sepenuhnya menyerahkan kasus ini ke kepolisian. “Kita serahkan kepada pihak berwenang. Saat ini masih dalam proses penyelidikan, dan apabila ada indikasi pidana tentu akan diproses lebih lanjut,” ujar Dedy.

Lebih jauh, Dedy mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga dan merawat bibit pohon kelapa yang telah ditanam. Ia menekankan bahwa program GEMPALA yang menargetkan 10 ribu bibit kelapa bukan sekadar simbolis, melainkan upaya nyata menjadikan Pantai Panjang sebagai kawasan hijau, indah, sekaligus produktif.

“Jumlah 10 ribu bibit bukanlah sedikit. Kalau tidak kita rawat bersama, tentu akan sia-sia. Harapannya, ketika nanti sudah besar, siapapun boleh memanfaatkan hasilnya untuk dikonsumsi, tetapi bukan untuk dijual. Tujuan utama kita adalah menjaga keindahan dan memberikan manfaat bagi semua,” jelasnya.

Dedy juga menegaskan bahwa gerakan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai pihak. Mulai dari masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat, semuanya terlibat. “Ibu Erna Sari Dewi ikut menanam, pihak hotel Mercure juga terlibat. Artinya, semangat kebersamaan ini sangat tinggi. Jadi sangat disayangkan kalau ada oknum yang justru merusaknya,” katanya.

Menurut Wali Kota, keberadaan ribuan pohon kelapa nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan Pantai Panjang. Selain menambah estetika dan mempercantik destinasi wisata, keberadaan pohon tersebut juga bisa menjadi sumber hasil bumi yang bernilai ekonomis bagi masyarakat.

“Kalau kita rawat bersama, ke depan kelapa tidak lagi menjadi barang langka atau mahal. Justru dengan banyaknya pohon, pantai kita jadi lebih indah dan bisa memberikan manfaat untuk jangka panjang,” pungkasnya.

Kasus pencabutan pohon kelapa ini diharapkan menjadi perhatian serius semua pihak. Aparat kepolisian kini terus bekerja mengungkap pelaku, sementara pemerintah bersama masyarakat diminta tetap menjaga semangat gotong royong agar program penghijauan Pantai Panjang tidak berhenti hanya sebagai wacana.

Pewarta : AMG

Editing : Adi Saputra