TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu mempertegas komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan meningkatkan langkah pemberantasan terhadap kelompok gangster yang dinilai semakin meresahkan warga. Dalam kurun tiga bulan terakhir, sebanyak 50 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas gangster berhasil diamankan dan saat ini tengah menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Komitmen tersebut disampaikan Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat, usai mengikuti apel gabungan Pemerintah Kota Bengkulu bersama unsur TNI-Polri dalam rangka Hari Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) yang berlangsung di kawasan Pantai Panjang, Jumat.
Menurut Rahmad, penanganan terhadap aksi gangster dilakukan secara serius melalui penyelidikan yang terukur. Aparat kepolisian telah memetakan sejumlah kelompok yang sempat menjadi perhatian publik setelah video aksi mereka beredar luas di media sosial.
Polresta Bengkulu, kata dia, tidak hanya mengidentifikasi para pelaku, tetapi juga menelusuri pola pergerakan, lokasi berkumpul, hingga jaringan yang diduga terlibat dalam berbagai aksi yang mengganggu ketertiban umum.
"Kami sudah mempelajari video-video yang beredar dan melakukan pemetaan terhadap kelompok tersebut. Anggota terus bergerak mencari keberadaan mereka. Dalam tiga bulan terakhir sudah ada 50 orang yang berhasil diamankan dan proses hukumnya terus berjalan," ujar Rahmad.
Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi kelompok yang melakukan tindakan intimidasi, kekerasan, maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat Kota Bengkulu.
Selain melakukan penindakan hukum, Polresta Bengkulu juga terus mengedepankan langkah preventif dengan mengajak generasi muda untuk menjauhi aktivitas negatif. Rahmad mengingatkan para remaja agar mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, baik di lingkungan pendidikan, olahraga, seni, maupun organisasi kepemudaan.
Menurutnya, keterlibatan dalam kelompok yang mengarah pada tindakan kriminal hanya akan merugikan masa depan pelaku serta menciptakan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami mengimbau kepada anak-anak muda agar memilih kegiatan yang positif. Jangan sampai terlibat dalam aktivitas yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Polisi akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran hukum," tegasnya.
Dalam mendukung pengungkapan kasus kriminal, Polresta Bengkulu kini juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi modern berupa facial recognition atau pengenal wajah. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu proses identifikasi pelaku sekaligus melacak kendaraan yang digunakan dalam melakukan tindak pidana.
Pemanfaatan sistem digital tersebut diharapkan mampu mempercepat proses penyelidikan sekaligus meningkatkan efektivitas penegakan hukum di wilayah Kota Bengkulu.
"Kami memiliki teknologi facial recognition untuk mengenali wajah pelaku dan mendeteksi kendaraan yang digunakan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami menjaga Kota Bengkulu agar tetap aman, nyaman, dan kondusif," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rahmad juga memberikan apresiasi terhadap peluncuran program Prabawa yang diinisiasi Pemerintah Kota Bengkulu sebagai upaya memperkuat pelayanan masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Menurutnya, keberadaan Prabawa akan memperkuat sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, serta anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) dalam merespons berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi keamanan yang stabil sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan sosial di tingkat bawah.
"Program ini merupakan inovasi yang sangat baik. Dengan adanya Prabawa, koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat akan semakin kuat sehingga berbagai persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat," ungkapnya.
Kapolresta juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan tidak ragu melaporkan setiap gangguan kamtibmas kepada aparat.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 110 milik Polri, layanan 112 Pemerintah Kota Bengkulu, maupun secara langsung kepada petugas Prabawa, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah masing-masing.
Menurut Rahmad, keberhasilan menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
"Kami berharap seluruh warga Bengkulu ikut menjaga keamanan lingkungan. Segera laporkan jika menemukan aktivitas yang mencurigakan. Tujuan kami sederhana, yakni memastikan masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan aman, nyaman, dan merasa terlindungi," tutup Kapolresta Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra