TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>> Musim kemarau mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Bengkulu. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Bantuan air bersih kali ini menyasar warga Perumahan Griya Azara Blok D, RT 22, Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Penyaluran dilakukan pada Kamis, 3 September 2026, setelah pemerintah menerima laporan mengenai berkurangnya ketersediaan air di lingkungan permukiman tersebut.
Satu unit mobil tangki air BPBD Kota Bengkulu dikerahkan menuju lokasi. Air kemudian didistribusikan secara bergantian ke tempat penampungan milik warga. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama untuk memasak, mencuci, mandi, dan keperluan sanitasi lainnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengatakan pemerintah tidak ingin masyarakat harus menghadapi persoalan air bersih sendirian selama musim kemarau.
Menurutnya, laporan dari masyarakat menjadi dasar bagi BPBD untuk segera melakukan penanganan di lapangan. Setelah menerima informasi mengenai kondisi warga RT 22, personel bersama armada tangki langsung diarahkan menuju kawasan Perumahan Griya Azara.
“Kami berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat tidak mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau ini. Begitu ada laporan masuk dari warga RT 22 Kelurahan Bentiring Permai, tim logistik dan armada tangki langsung kami instruksikan bergerak ke lapangan,” kata I Made Ardana, Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan, pendistribusian air bersih tidak hanya dilakukan sebagai respons sesaat. BPBD Kota Bengkulu akan memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah lanjutan apabila musim kemarau menyebabkan semakin banyak wilayah mengalami keterbatasan air.
BPBD juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi lingkungan apabila mulai menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan adanya laporan tersebut, pemerintah dapat memetakan lokasi yang membutuhkan bantuan dan menentukan langkah penanganan sesuai tingkat kebutuhan.
“Penyaluran ini akan kami lakukan secara berkala dan menyasar titik-titik lain yang membutuhkan. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mulai menghemat penggunaan air serta bijak dalam memanfaatkan sumber air yang ada selama musim kemarau berlangsung,” ujarnya.
Kondisi berkurangnya pasokan air bersih membuat sebagian warga Griya Azara harus mengatur pemakaian air secara lebih ketat. Air yang tersedia diprioritaskan untuk kebutuhan paling penting, seperti minum, memasak, mandi, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kehadiran armada BPBD pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bantuan tersebut dinilai meringankan beban warga yang dalam beberapa hari terakhir mulai merasakan dampak menyusutnya sumber air di lingkungan tempat tinggal mereka.
Penyaluran air bersih ini sekaligus menjadi bentuk respons cepat Pemkot Bengkulu dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau. Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan air secara berlebihan dan mulai melakukan penghematan sejak dini.
Langkah antisipasi tersebut penting dilakukan mengingat kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap tersedia dalam berbagai kondisi. Selain bantuan melalui armada tangki, kesadaran masyarakat dalam menghemat air juga menjadi bagian penting untuk menghadapi periode kemarau.
Pemkot Bengkulu melalui BPBD memastikan pemantauan terhadap kondisi kekeringan akan terus dilakukan. Jika ditemukan wilayah lain yang mengalami persoalan serupa, bantuan air bersih akan dipertimbangkan untuk segera disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra