TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Setelah mengembalikan berkas pendaftaran sebagai bakal calon (balon) Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu periode 2024-2029 ke delapan partai politik (parpol), Suhartono, kandidat balon Walikota yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bengkulu, menggelar pertemuan dengan pimpinan masing-masing parpol.
Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah kafe di kawasan Tanah Patah, Bengkulu pada Senin, 20 Mei 2024. Suhartono, yang akrab disapa Dang Tono, memfasilitasi pertemuan dengan pimpinan tujuh parpol. Pimpinan parpol yang hadir antara lain Ketua DPD PKS Kota Rahmat Widodo, perwakilan Hanura Sudisman, perwakilan PKB Marwan, Ketua DPD Perindo Kota Edi Haryanto, Ketua DPC PDIP Mirza bersama Ketua Tim Penjaringan Deden Abdul Hakim, Ketua DPC PPP Kota Dedi Exwan, dan Suhartono sendiri sebagai Ketua DPC Partai Demokrat bersama Sekretaris Leo Fadli Bakti.
"Alhamdulillah, pertemuan silaturahmi dengan tujuh dari delapan pimpinan parpol, termasuk dari Demokrat, berjalan lancar. Satu parpol, yaitu Partai Nasdem yang seharusnya dihadiri Ketua DPD Kota Rahmad Mulyadi, berhalangan hadir karena sakit. Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih," ujar Dang Tono kepada rri.co.id melalui telepon seluler.
Menurut Suhartono, pertemuan silaturahmi pertama ini bertujuan untuk menyamakan persepsi menuju Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) Bengkulu yang akan digelar pada 27 November 2024. Ia berharap pertemuan ini bisa menciptakan koalisi besar dalam pengusungan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota periode lima tahun mendatang.
"Dari pertemuan perdana ini belum ada keputusan apapun, lebih pada menyamakan persepsi mencari balon Walikota dan Wakil Walikota dari kandidat yang sudah mendaftar sebelumnya. Misalnya di Demokrat, hanya dua kandidat yang mendaftar, yaitu saya sendiri (Dang Tono) dan Mohammad Saleh. Sementara di parpol lain ada lebih dari dua kandidat, seperti Hanura dan PKB yang memiliki nama lain seperti Benny Suharto. Di PKS, selain nama-nama tersebut, ada juga kader partai seperti Dani Hamdani, Sefty Yuslinah, Sujono, dan Alamsyah," jelas Dang Tono.
Lebih lanjut, Suhartono menyampaikan bahwa jika dari tindak lanjut pertemuan pertama ini ada beberapa parpol yang tidak bergabung dalam wacana koalisi yang diinisiasinya, hal tersebut tidak akan dipersoalkan. Ia menyadari bahwa setiap parpol memiliki mekanisme tersendiri yang harus dilalui, dan keputusan akhir juga berada di pusat.
"Kami sebagai kandidat dan juga pimpinan salah satu parpol, akan menghormati setiap keputusan dari tujuh parpol ini. Tapi kami telah mencoba untuk menggalang koalisi besar menuju Pilwakot, dengan topik bahasan awal mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai balon Walikota dan Wakilnya, namun target kemenangan tetap menjadi prioritas," pungkas Dang Tono.
Pertemuan ini menunjukkan keseriusan Suhartono dalam membangun komunikasi dan mencari kesepahaman dengan berbagai pihak untuk memastikan langkah politik yang lebih strategis dan terarah menjelang Pilwakot Bengkulu 2024. Suhartono berharap inisiatifnya ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya koalisi yang solid dan mampu memenangkan pemilihan nanti.
Pewarta: Herdianson
Editing: Adi Saputra