TEROPONGPUBLIK.CO.ID -Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, secara resmi membuka kegiatan Kick Off Capacity Building BLINC 3.0 (Bencoolen Investment Challenge) Tahun 2026. Agenda ini berlangsung di Hotel Santika Bengkulu pada Rabu (15/4) dengan mengangkat tema besar penguatan kesiapan proyek investasi daerah agar mampu menembus peluang investasi global.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas perencanaan investasi. Hadir dalam acara tersebut para sekretaris daerah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu Yuliswani, serta sejumlah perwakilan instansi strategis lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menekankan bahwa investasi memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah dan dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Ia menjelaskan bahwa daerah seperti Bengkulu tidak hanya harus mengandalkan potensi sumber daya alam, tetapi juga perlu meningkatkan kualitas pengelolaan proyek investasi. Hal ini mencakup kesiapan dokumen, kelayakan proyek, hingga strategi promosi yang tepat sasaran.
“Bengkulu memiliki sumber daya yang sangat menjanjikan, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga kelautan dan wilayah pesisir. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikemas menjadi proyek investasi yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan investor global,” ujar Wahyu.
Bengkulu dikenal memiliki kekayaan sektor unggulan yang beragam. Mulai dari komoditas pertanian seperti kopi dan sawit, hingga potensi perikanan dan pariwisata pesisir yang masih terbuka luas untuk dikembangkan.
Namun demikian, tanpa kesiapan proyek yang matang, potensi tersebut sulit untuk menarik minat investor. Oleh karena itu, melalui program BLINC 3.0, pemerintah daerah didorong untuk mampu menyusun proposal investasi yang lebih terstruktur, realistis, dan berdaya saing tinggi.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman aparatur daerah terkait standar investasi global, termasuk aspek keberlanjutan, transparansi, dan kepastian hukum.
Sementara itu, Herwan Antoni menegaskan bahwa peningkatan investasi menjadi salah satu strategi utama Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menekan angka kemiskinan dan mempercepat pembangunan ekonomi.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat mencapai 8 persen pada tahun 2029. Target ambisius ini akan didukung oleh pembangunan infrastruktur yang lebih merata serta peningkatan konektivitas antarwilayah di Bengkulu.
Menurutnya, tanpa dukungan investasi yang kuat, target tersebut akan sulit dicapai. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Melalui BLINC 3.0, pemerintah berharap seluruh daerah di Bengkulu mampu menghasilkan proyek investasi yang siap ditawarkan (ready to offer). Artinya, proyek tersebut telah memenuhi berbagai persyaratan teknis, administratif, dan finansial yang dibutuhkan oleh investor.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah dalam menyusun dan mempromosikan proyek investasi secara profesional.
Dengan semakin banyaknya proyek berkualitas yang ditawarkan, diharapkan minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri, akan meningkat. Dampak lanjutannya adalah terbukanya lapangan kerja baru, meningkatnya pendapatan masyarakat, serta percepatan pengentasan kemiskinan di Provinsi Bengkulu.
Kick Off BLINC 3.0 menjadi langkah strategis bagi Provinsi Bengkulu dalam memperkuat fondasi investasi daerah. Dengan sinergi antar pemangku kepentingan serta peningkatan kapasitas daerah, Bengkulu optimistis mampu bersaing di tingkat global dan menarik lebih banyak investasi berkualitas di masa mendatang.
Pewarta: Amg
Editing: Ada Saputra