Skip to main content

Kominfo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Bank Indonesia, Dorong UMKM Go Digital dan Percepat Ekonomi Daerah

Kepala Dinas Kominfo Statistik Provinsi Bengkulu, Dr. Hj. Nelly Alesa, M.Si, bersama jajaran melakukan pertemuan dengan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, M. Irfan Octama, membahas sinergi percepatan digitalisasi ekonomi, pengembangan UMKM Go Digital, dan penguatan pengendalian inflasi daerah.(Poto : Radar Bengkulu)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam mempercepat transformasi digital sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfo Statistik), Pemprov Bengkulu menjalin sinergi yang lebih erat dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu untuk mendukung digitalisasi ekonomi, pengembangan UMKM, hingga pengendalian inflasi.

Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari implementasi program "Bantu Rakyat" yang menjadi salah satu prioritas Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan. Program ini menitikberatkan pada penguatan kemitraan antarinstansi guna menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Kominfo Statistik Provinsi Bengkulu, Dr. Hj. Nelly Alesa, M.Si, mengatakan Bank Indonesia merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan transformasi digital dan penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, arahan Gubernur Bengkulu sangat jelas, yakni membangun kerja sama dengan berbagai lembaga agar setiap program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Melalui silaturahmi ini kami ingin memperkuat koordinasi sekaligus membahas berbagai program yang dapat dijalankan bersama Bank Indonesia. Kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Nelly.

Dalam pertemuan tersebut, Nelly menjelaskan bahwa Kominfo memiliki fungsi strategis sebagai pusat penyebarluasan informasi mengenai program pembangunan, kebijakan pemerintah, hingga berbagai langkah yang ditempuh dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Salah satu inovasi yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi Bengkulu adalah penyediaan informasi harga kebutuhan pokok secara real time melalui platform digital BEN Connect. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memantau perkembangan harga berbagai komoditas pangan setiap hari sehingga informasi menjadi lebih transparan dan mudah diakses.

Menurut Nelly, keberadaan BEN Connect tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga menjadi salah satu instrumen pendukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam mengendalikan gejolak harga di Bengkulu.

Selain fokus pada pengendalian inflasi, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kominfo akan segera melaksanakan program pelatihan UMKM Go Digital guna meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Program tersebut diharapkan mampu membantu UMKM memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta mengoptimalkan pemasaran produk melalui platform digital.

"Kami ingin UMKM Bengkulu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi menjadi kebutuhan agar pelaku usaha dapat berkembang dan bersaing di pasar yang semakin luas," jelas Nelly.

Ia menambahkan, kunjungan ke Bank Indonesia juga menjadi kesempatan bagi Kominfo untuk belajar mengenai berbagai model pembinaan UMKM berbasis digital yang selama ini telah berhasil dijalankan oleh BI.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, M. Irfan Octama, menyambut baik langkah Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memperkuat sinergi antarlembaga.

Ia menjelaskan bahwa Bank Indonesia memiliki komitmen besar dalam mendorong digitalisasi ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, sistem pembayaran digital, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Menurut Irfan, salah satu sektor yang menjadi perhatian BI adalah pengembangan komoditas unggulan Bengkulu, terutama kopi yang memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.

Bank Indonesia selama ini melakukan pembinaan kepada kelompok tani kopi melalui peningkatan kualitas budidaya, penyediaan bantuan peralatan produksi, pelatihan pengolahan hasil panen, hingga pendampingan pemasaran melalui platform digital dan e-commerce. Selain itu, BI juga menjembatani petani dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri agar nilai jual produk semakin meningkat.

Tak hanya itu, BI juga terus memperluas penggunaan sistem pembayaran digital QRIS sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi digital. Pemanfaatan QRIS dinilai mampu mempermudah transaksi pelaku UMKM sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.

Dalam mendukung digitalisasi pemerintahan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah juga mengembangkan program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Program tersebut bertujuan mempercepat implementasi transaksi keuangan pemerintah secara elektronik sehingga pelayanan publik menjadi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

"Kami menyambut baik kunjungan Kepala Dinas Kominfo beserta jajaran. Semoga sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bengkulu semakin kuat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui transformasi digital," tutup Irfan.

Kolaborasi antara Kominfo Statistik Provinsi Bengkulu dan Bank Indonesia diharapkan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif, memperkuat daya saing UMKM, menjaga stabilitas harga, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang berkelanjutan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra