TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Darmawansyah, ST, MT melakukan peninjauan langsung ke lokasi Jembatan Martan di Kabupaten Seluma, Rabu (6/5/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur yang menjadi akses penting penghubung wilayah di Provinsi Bengkulu.
Dalam keterangannya di lokasi, Darmawansyah menyampaikan bahwa Jembatan Martan bukan sekadar jalur transportasi biasa, melainkan bagian dari jalur bersejarah yang dikenal masyarakat sebagai “Jalan Inggris”.
Menurutnya, ruas jalan tempat berdirinya Jembatan Martan merupakan jalur lama peninggalan masa kolonial Inggris yang telah digunakan sejak ratusan tahun lalu sebagai akses utama penghubung wilayah Bengkulu dengan daerah luar.
“Jalan ini adalah jalan historis. Dulu, inilah akses utama yang menghubungkan Kota Bengkulu ke wilayah luar sebelum adanya pembangunan jalan nasional yang baru. Karena itu masyarakat mengenalnya sebagai Jalan Inggris,” ujar Darmawansyah.
Ia menjelaskan, pada masa kepemimpinan Gubernur Suprapto, jalur utama sempat dialihkan ke tengah untuk membuka keterisolasian daerah dan mendorong perkembangan kawasan seperti Talo dan Masmambang. Meski demikian, jalur lama tersebut hingga kini tetap menjadi urat nadi penting bagi aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat.
Karena berada di kawasan dekat pantai dan di antara muara laut serta Sungai Martan yang memiliki tiga aliran, Darmawansyah menilai pembangunan pengaman pantai menjadi kebutuhan mendesak.
Ia berharap Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Bengkulu dapat segera berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Bengkulu, khususnya Komisi III, guna merealisasikan pembangunan pengaman pantai untuk melindungi kawasan jembatan dari abrasi dan gerusan arus air.
“Kami berharap dalam waktu dekat ada koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai agar pembangunan pengaman pantai bisa segera dilakukan karena lokasi jembatan sangat rentan terhadap abrasi,” katanya.
Darmawansyah juga mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Martan saat ini mendapat perhatian pemerintah pusat melalui dukungan anggaran APBN dalam skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
“Kami terus berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional agar pembangunan ini berkelanjutan. Targetnya pada tahun 2027 akses ini sudah dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat dengan kondisi yang lebih baik,” tambahnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan permanen nantinya akan memberikan dampak besar terhadap kelancaran akses ekonomi masyarakat Seluma, sekaligus meningkatkan keamanan bagi pengguna jalan.
“Jembatan ini sekarang aman dan kokoh. Kami dari Komisi III akan terus mengawal agar pembangunan infrastruktur di Seluma dan sekitarnya tetap menjadi prioritas,” tutupnya
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra