BENGKULU S.TEROPONGPUBLIK.CO.ID>><< Untuk memberikan pemahaman terkait tahapan pelaksanaan pilkada Provinsi Bengkulu, KPU Provinsi Bengkulu bersama Mahasiswa Pancasila kembali melaksanakan Sosialisasi dan tatap muka dengan pemilih marginal diKota Bengkulu,Selasa 10/11/2020.Pelaksanaan Sosialisai ini dilaksanakan ,Hotel Santika, Kota Bengkulu.
Sebagai Narasumber sosialisasi Eko Sugianto S,P. M,SI, komisioner KPU Provinsi Bengkulu dalam paparannya mengemukakan pentingnya masyarakat menyalurkan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 nanti. Hal ini mengingat hak konstitusi warga negara mesti dimanfaatkan dengan baik. ” Peran serta kita sebagai warga negara penting dalam pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini dapat diwujudkan dengan ikut berperan aktif dalam menentukan pemimpin daerah kita 5 tahun kedepan”, ungkap Eko.

Lebih lanjut Eko Sugianto, menyampaikan hal-hal baru yang mesti disesuaikan oleh pemilih nanti di TPS mengingat saat ini Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu masih dalam masa pandemi Covid-19 sehingga banyak hal yang disesuaikan di dalam TPS nanti.
“Nanti didepan TPS, petugas keamanan TPS akan mengecek suhu tubuh pemilih, jika diatas 37,3 derajat maka yang bersangkutan akan diarahkan untuk menyalurkan hak pilih di tps khusus yang telah disediakan. Pemilih juga diwajibkan untuk memakai masker dan disiapkan sarung tangan selama didalam TPS. Hal lainnya di Formulir Model C-Pemberitahuan-KWK juga akan ditulis waktu kedatangan di TPS, ini diharapkan agar di TPS, pemilih tidak bergerombol, kata Eko.

Andrean Wahyudi sebagai Ketua Mahasiswa Pancasila(Mapancas)dalam kata sambutanya menyampaikan, partisipasi masyarakat sangat penting dalam Pilkada, karena itu akan menentukan hasil Pilkada yang memiliki legitimasi masyarakat yang bagus.
"Ya, jadikan pesta demokrasi ini yang nyaman, menyenangkan dan menghasilkan demokrasi yang baik. Jangan khawatir Pilkada di masa pandemi, karena penyelenggara pemilu sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk protokol kesehatan" pangkasnya,
Dalam Kegiatan sosialisasi tersebut dan dihadiri Komunitas, pemuda serta tokoh masyarakat dan kegiatan tersebut tetap mematuhi dan menjalankan peraturan protokol kesehatan(AMG)