Skip to main content

Kunjungan Menteri ke Bengkulu Dorong Hilirisasi Kopi dan Penguatan Nilai Keagamaan

Kunjungan Menteri PPN dan Menteri Agama ke Bengkulu pada 23–24 April membawa agenda strategis untuk pengembangan kopi robusta dan penguatan nilai keagamaan masyarakat.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Provinsi Bengkulu bersiap menyambut kunjungan kerja dua pejabat nasional yang dinilai strategis bagi pembangunan daerah. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rachmat Pambudy dan Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan berada di Bengkulu pada 23 hingga 24 April 2026 dengan membawa agenda penting di sektor ekonomi dan keagamaan.

Persiapan kunjungan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur, Rabu (22/4). Rapat turut dihadiri Rektor Universitas Bengkulu Indra Cahyadinata serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin.

Herwan Antoni menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Terutama dalam mengoptimalkan potensi unggulan Bengkulu yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Salah satu fokus utama kunjungan Menteri PPN adalah sektor perkebunan kopi. Rachmat Pambudy dijadwalkan bertemu langsung dengan petani dan pengrajin kopi lokal guna menggali potensi serta tantangan yang dihadapi dalam pengembangan komoditas tersebut.

Selain itu, ia juga akan meninjau sejumlah destinasi bersejarah yang menjadi ikon daerah, seperti Rumah Pengasingan Bung Karno, Rumah Fatmawati, serta Makam Sentot Alibasyah. Kunjungan ini diharapkan mampu mendorong integrasi antara sektor pariwisata sejarah dan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Pada malam harinya, Menteri PPN akan berdialog dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kopi di Hotel Santika Bengkulu. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat hilirisasi produk kopi Bengkulu agar memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

Diketahui, Bengkulu memiliki potensi besar di sektor kopi robusta dengan luas lahan mencapai lebih dari 85 ribu hektare. Wilayah seperti Kepahiang dan Lebong menjadi sentra produksi utama yang selama ini menyumbang signifikan terhadap perekonomian daerah.

Dengan latar belakang keilmuan di bidang agribisnis, kehadiran Rachmat Pambudy diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam pengembangan rantai nilai kopi, mulai dari hulu hingga hilir. Tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga kualitas dan nilai tambah produk.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar akan menjalani agenda yang berfokus pada penguatan nilai sosial dan keagamaan. Ia dijadwalkan menghadiri kegiatan sosial di Danau Dendam Tak Sudah, yang menjadi salah satu ikon wisata alam di Bengkulu.

Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin kegiatan tabligh akbar di Masjid Raya Baitul Izzah yang diharapkan dihadiri masyarakat luas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah dinamika sosial masyarakat.

Pada hari kedua, Nasaruddin Umar dijadwalkan mengikuti Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kementerian Agama serta memberikan pembinaan di UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu. Ia juga akan melaksanakan salat Jumat bersama masyarakat di Masjid At-Taqwa Bengkulu.

Kunjungan ini diharapkan membawa dampak nyata, tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, tetapi juga memperkuat fondasi keagamaan masyarakat Bengkulu.

Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan pelaku usaha akan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif di masa mendatang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra