Skip to main content

Legenda "Batu Dewa" dan "Batu Bejemur" di Desa Batu Dewa, Curup Utara: Warisan Magis yang Menarik Minat Ziarah

Legenda "Batu Dewa" dan "Batu Bejemur" di Desa Batu Dewa, Curup Utara: Warisan Magis yang Menarik Minat Ziarah.Sabtu (ft : Gunawan teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Di Desa Batu Dewa, Curup Utara, kisah menarik tentang legenda batu purbakala yang dikenal sebagai "Batu Dewa" dan "Batu Bejemur" menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat. Konon, legenda ini mengisahkan kedatangan 7 bidadari dari khayangan yang turun ke bumi untuk mandi di "Batu Dewa" setiap malam bulan purnama.

Tidak sekadar batu biasa, "Batu Dewa" terdiri dari 3 batu dengan ciri khasnya masing-masing. Dua batu berbentuk lempengan dengan lubang kecil yang menyerupai permainan congklak, sementara satu batu lainnya mirip batu cobek dengan cekungan yang dalam.

Kepala Desa Batu Dewa, Putra Jaya, menyampaikan bahwa menurut cerita yang beredar, para bidadari itu mandi di "Batu Dewa" sebelum menggiling bahan bedak, yang kemudian menjadikan batu-batu tersebut berlubang. Di pagi hari, mereka mengeringkan diri di "Batu Bejemur," batu besar yang terletak sekitar 300 meter dari "Batu Dewa," memberikan asal-usul nama kepada batu tersebut.

Legenda tentang 7 bidadari ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat desa. Bahkan, situs purbakala ini masih dipercayai memiliki kekuatan magis oleh sebagian orang. Oleh karena itu, mereka yang ingin berziarah diimbau untuk membawa sesaji sebagai tanda penghormatan.

Baru-baru ini, Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM, beserta rombongan, melakukan ziarah ke kedua situs tersebut. Dalam prosesi ziarah ini, Bupati didampingi oleh 'hulubalang' yang membawa payung kebesaran, sementara gadis-gadis desa turut serta dengan membawa dupa dan sesaji.

Saat tiba di lokasi, sesaji diletakkan dengan penuh penghormatan. Di "Batu Bejemur," Bupati dan istri meletakkan sesaji, sementara di "Batu Dewa," sesaji diletakkan di lubang-lubang batu secara bergantian oleh rombongan.

Tidak hanya itu, ritual ziarah ini juga melibatkan upacara khusus. Ketua BMA Rejang Lebong, Ir. Muhammad Faizar, menaburkan campuran beras dan irisan daun pandan ke seluruh penjuru situs, sambil diikuti oleh Bupati yang turut serta dalam upacara tersebut.

Menurut Kepala Desa, upaya pembebasan lahan dan pembangunan akses ke situs seluas 23 x 29 meter telah dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung yang ingin melakukan ziarah. Situs purbakala ini diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah yang unggulan bagi desa mereka.

Legenda yang mengelilingi "Batu Dewa" dan "Batu Bejemur" di Desa Batu Dewa, Curup Utara, terus menjadi magnet kuat bagi wisatawan serta menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya yang dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Pewarta : Gunawan 

Editing : Adi Saputra