Skip to main content

Mahasiswa PPK Ormawa dan Warga Tebat Pulau Ubah Limbah Kopi Jadi Biobriket dan Produk Kecantikan

Mahasiswa PPK Ormawa dan Warga Tebat Pulau Ubah Limbah Kopi Jadi Biobriket dan Produk Kecantikan.Selasa(27/8)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Mahasiswa Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Hima Sylva Universitas Bengkulu bersama masyarakat Desa Tebat Pulau melaksanakan serangkaian pelatihan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus mengurangi dampak negatif lingkungan. Kegiatan ini melibatkan pelatihan pengolahan limbah kulit kopi menjadi produk-produk bernilai ekonomi seperti biobriket, sabun, dan lip tint, serta manajemen website desa sebagai media promosi produk lokal.

Pelatihan ini merupakan bagian dari inisiatif mahasiswa PPK Ormawa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dan praktik langsung. Ketua Tim Pengabdian, Wahyu Firmansyah, menyatakan bahwa pengolahan limbah kulit kopi menjadi biobriket adalah langkah strategis dalam mengurangi sampah organik sekaligus menyediakan alternatif energi yang ramah lingkungan. Limbah kulit kopi, yang biasanya hanya dibuang atau dibakar, kini dapat diolah menjadi biobriket dengan nilai kalor tinggi, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga.

Tak hanya itu, mahasiswa PPK Ormawa juga memberikan pelatihan pembuatan sabun dan lip tint dari bahan alami. Produk-produk ini menggunakan bahan dasar limbah kopi dan bahan lokal lainnya, yang saat ini semakin diminati pasar seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pentingnya produk ramah lingkungan dan bebas bahan kimia berbahaya. "Kami berharap masyarakat Desa Tebat Pulau dapat memproduksi produk berkualitas yang memiliki daya saing di pasar, baik lokal maupun nasional," ujar Hefri, salah satu penggerak pelatihan.

Selain aspek produksi, pelatihan ini juga menekankan pentingnya pemasaran melalui manajemen website desa. Masyarakat diajarkan cara membuat dan mengelola website desa yang berfungsi sebagai etalase digital bagi produk-produk mereka. Dengan adanya website desa ini, diharapkan produk-produk unggulan dari Desa Tebat Pulau dapat dikenal lebih luas dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

Kehadiran dan partisipasi aktif masyarakat selama pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mayoritas peserta yang terdiri dari anggota kelompok tani dan pengrajin lokal merasa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang sangat bermanfaat. "Saya sangat bersyukur bisa ikut pelatihan ini. Sekarang saya tahu cara mengolah limbah kopi yang biasanya hanya menjadi sampah menjadi produk bernilai jual tinggi," ungkap salah satu peserta.

Manfaat dari pelatihan ini tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah kulit kopi yang sebelumnya menjadi masalah, Desa Tebat Pulau turut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penggunaan biobriket sebagai pengganti kayu bakar juga diharapkan dapat mengurangi deforestasi dan emisi karbon, mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian PPK Ormawa Universitas Bengkulu berencana untuk terus mendampingi masyarakat dalam memproduksi dan memasarkan produk-produk yang telah diajarkan. Program lanjutan ini mencakup pendampingan intensif dalam pengembangan merek, perluasan jaringan pemasaran, dan memastikan keberlanjutan usaha yang telah dirintis. Tim pengabdian juga berkomitmen untuk melibatkan lebih banyak mahasiswa dalam kegiatan ini, agar dampak positif dari program dapat dirasakan lebih luas.

Secara keseluruhan, kegiatan ini mencerminkan kolaborasi yang solid antara mahasiswa, universitas, dan masyarakat dalam upaya pemberdayaan desa. "Ini adalah langkah awal yang baik, dan kami optimis bahwa Desa Tebat Pulau akan semakin berkembang dengan adanya inisiatif-inisiatif seperti ini," kata Wahyu menutup pernyataannya. Dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, Desa Tebat Pulau diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan limbah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra