TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wisata Danau Picung yang biasanya penuh canda tawa kini berubah kelam. Seorang remaja bernama Vindo diduga menjadi korban penganiayaan brutal saat berkunjung ke lokasi wisata yang terletak di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tubei, Kabupaten Lebong.
Dilansir dari BencoolenTimes.com, Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani melalui Kasat Reskrim, AKP Rabnus Supandri, mengonfirmasi bahwa korban telah menjalani visum sebagai langkah awal penyelidikan. “Korban sudah dilakukan visum dan ibu korban juga sudah membuat laporan resmi ke Polres Lebong. Untuk pelaku dan kronologis kejadian, masih dalam upaya penyelidikan personel di lapangan,” ujar AKP Rabnus dengan singkat.
Kasus ini menyulut emosi warga setempat dan wisatawan. Banyak pihak mendesak aparat untuk bertindak cepat sebelum kemarahan warga memuncak. Rasa aman di tempat wisata kini dipertanyakan, terlebih setelah insiden yang mencoreng citra Danau Picung sebagai destinasi rekreasi keluarga.
“Sangat mengkhawatirkan! Kalau ini dibiarkan, bisa jadi contoh buruk bagi keamanan tempat wisata di Lebong,” ujar Ardi, salah seorang warga. Masyarakat berharap kepolisian bergerak cepat dan tegas agar pelaku segera tertangkap dan motifnya terungkap.
Peristiwa ini membuka mata akan lemahnya pengawasan keamanan di tempat rekreasi umum. Pemerintah daerah dan aparat keamanan didesak untuk mengambil langkah konkret, termasuk memperkuat patroli di kawasan wisata, memasang kamera pengawas, dan mengaktifkan peran masyarakat dalam menjaga ketertiban.
Sebagai daerah dengan tradisi gotong royong yang kuat, masyarakat Lebong seharusnya dapat membangun solidaritas untuk mencegah aksi kekerasan. Namun, kenyataan ini menunjukkan perlunya revitalisasi nilai-nilai sosial dan penguatan kesadaran bersama akan pentingnya keamanan lingkungan.
Pihak kepolisian menegaskan komitmen untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri. “Percayakan kepada kami. Kami akan bekerja keras untuk mengungkap kebenaran,” pungkas AKP Rabnus.
Insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa keamanan wisata tidak boleh dianggap remeh. Apakah tragedi ini akan mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan keamanan wisata di Lebong? Ataukah hanya akan berlalu tanpa pembenahan berarti?
Pewarta : Harlis Sang Putra
Editing : Adi Saputra