Skip to main content

Pagar Alam Tekan Stunting, Sekda Ikuti Forum Diskusi Nasional

Pagar Alam Tekan Stunting, Sekda Ikuti Forum Diskusi Nasional

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>   Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menekan angka stunting di Indonesia, khususnya di Kota Pagar Alam, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam, Dahnial Nasution, mengikuti Forum Diskusi Aktual (FDA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Acara ini berlangsung secara virtual pada Selasa (11/03/2025) di Ruang Rapat Besemah III, Sekretariat Daerah Kota Pagar Alam.

Forum ini bertujuan untuk membahas strategi implementasi Wastewater-Based Epidemiology (WBE) di Indonesia, yaitu pendekatan pemantauan kondisi kesehatan lingkungan melalui analisis limbah air. Metode ini diharapkan dapat membantu mendeteksi dini penyebaran penyakit serta meningkatkan efektivitas program perbaikan gizi, terutama dalam upaya penurunan angka stunting.

Diskusi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, akademisi, serta ahli sanitasi dari Jepang. Dengan adanya kolaborasi ini, Indonesia diharapkan dapat mengadopsi dan menerapkan teknologi WBE secara optimal guna mendukung kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih efektif.

Dalam forum tersebut, dibahas bagaimana metode WBE dapat digunakan untuk memantau tren kesehatan masyarakat dan mengidentifikasi potensi penyebaran penyakit berbasis lingkungan. Dengan penerapan yang tepat, metode ini dapat menjadi alat yang efektif dalam mengurangi risiko penyakit serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah dengan tingkat sanitasi yang masih perlu ditingkatkan.

Sebagai informasi, Kota Pagar Alam mencatat angka stunting sebesar 11,6 persen, yang merupakan angka terendah di Provinsi Sumatera Selatan. Capaian ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting di Pagar Alam telah berjalan dengan baik. Namun, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus menurunkan angka tersebut melalui berbagai program kesehatan dan gizi yang inovatif.

Melalui forum ini, diharapkan semakin banyak daerah di Indonesia yang dapat mengadopsi strategi pemantauan kesehatan berbasis lingkungan seperti WBE, sehingga perbaikan gizi dan pencegahan stunting dapat lebih terarah dan efektif. Selain itu, kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam bidang sanitasi dan kesehatan lingkungan diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Dengan adanya inovasi seperti WBE, pemerintah daerah semakin memiliki alat yang lebih akurat dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan lingkungan. Ke depan, penerapan teknologi ini di berbagai daerah diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra