TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Bengkulu kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Festival Budaya Tabut, sebuah acara tahunan yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pedagang lokal maupun dari luar provinsi. Festival yang berlangsung selama sepuluh hari ini menjadi ajang berkumpulnya para pedagang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Sumatera Barat, Jambi, dan lainnya.
Para pedagang yang berpartisipasi dalam Festival Tabut telah mempersiapkan dagangannya jauh sebelum bulan Tabut tiba. Mereka bahkan sudah memesan tenda atau lapak untuk berjualan beberapa bulan sebelumnya. Salah satu pedagang, Doni, yang berasal dari Jakarta, mengungkapkan bahwa Festival Tabut selalu masuk dalam jadwal rutinnya.
"Festival Tabut sudah menjadi bagian dari agenda kami. Meskipun hanya berlangsung selama sepuluh hari, penjualan kami sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jika cuaca bagus, biasanya omzet kami juga bagus," kata Doni.
Keamanan dan kenyamanan selama festival berlangsung dijamin oleh panitia penyelenggara. Doni mengakui bahwa berjualan di Festival Tabut terasa aman dan nyaman berkat pengaturan yang baik dari panitia.
"Selama kami berjualan di sini, festival selalu ramai. Pengunjung tidak hanya datang dari Bengkulu, tetapi juga dari kabupaten lain di provinsi ini seperti Seluma, Manna, Kaur, Bengkulu Tengah, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Mukomuko, dan Bengkulu Utara. Bahkan pengunjung dari luar provinsi dan mancanegara turut memeriahkan festival ini," tambah Doni.
Festival Tabut memang menjadi daya tarik tersendiri. Stan-stan yang tertata rapi memudahkan pengunjung dalam mencari barang yang ingin dibeli. Pos keamanan yang selalu siaga membuat semua orang merasa aman dan nyaman.
"Penataan stan yang rapi menjadi salah satu daya tarik Festival Tabut. Pengunjung bebas mencari apa yang mereka butuhkan. Selain itu, pos keamanan selalu standby untuk menjaga keamanan, sehingga semua orang merasa aman dan nyaman," kata Yanto, seorang pedagang makanan khas dodol dari Bandung, Jawa Barat.
Selain berjualan, para pedagang dan pengunjung juga menikmati berbagai kegiatan yang diadakan selama festival. Lomba-lomba, pertunjukan seni, dan berbagai atraksi budaya menjadi hiburan tersendiri yang menambah semaraknya acara.
Festival Tabut tidak hanya menjadi ajang perdagangan, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya Bengkulu ke kancah nasional dan internasional. Keberagaman pengunjung dan pedagang dari berbagai daerah menunjukkan betapa pentingnya festival ini sebagai perwujudan keragaman budaya Indonesia.
Festival Budaya Tabut di Bengkulu terus menjadi magnet bagi pedagang dan pengunjung dari berbagai daerah. Keamanan, kenyamanan, serta beragam kegiatan yang ditawarkan membuat festival ini selalu dinantikan setiap tahunnya. Para pedagang berharap, tahun-tahun mendatang festival ini akan terus berkembang dan menjadi lebih meriah.
Pewarta: Herdianson
Editing: Adi Saputra