TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Hidayah Kota Bengkulu kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keluhan datang dari warga Kelurahan Sukarami, khususnya di kawasan perumahan Perumahan arkarami lestari Jl. Kebun indah 2 yang mengalami krisis air bersih akibat distribusi air yang mati total selama hampir satu pekan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci hingga keperluan sanitasi rumah tangga lainnya. Sejumlah warga bahkan terpaksa mencari sumber air alternatif demi bertahan selama pasokan air PDAM tidak mengalir.
Salah seorang warga Perumahan
arkarami lestari Jl. Kebun indah 2
yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku sangat kecewa dengan buruknya pelayanan yang diterima. Menurutnya, selama seminggu terakhir tidak ada aliran air sama sekali ke rumah-rumah warga.
“Sudah hampir seminggu air mati total. Kami sekarang harus mengambil air dari masjid yang menggunakan sumur bor untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut sangat menyulitkan, terutama bagi warga yang memiliki anak kecil maupun lansia di rumah. Selain harus mengangkut air menggunakan jeriken, warga juga harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan.
Keluhan masyarakat itu langsung mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kota Bengkulu, Andi Saputra. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menyampaikan keprihatinannya atas buruknya pelayanan yang diberikan PDAM Tirta Hidayah kepada masyarakat.
Menurut Andi, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi prioritas pelayanan pemerintah daerah melalui perusahaan daerah. Ia menilai kondisi mati total hingga berhari-hari tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa.
“Kita sangat prihatin dengan kondisi ini. Air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat. Kalau sampai seminggu warga tidak mendapatkan suplai air, tentu ini sangat memprihatinkan dan tidak boleh dianggap sepele,” ujar Andi.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya terus menjadi korban akibat lemahnya pelayanan publik. Terlebih lagi, warga tetap membayar tagihan rutin setiap bulan namun tidak mendapatkan pelayanan maksimal.
Andi Saputra meminta manajemen PDAM Tirta Hidayah segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menilai alasan gangguan teknis tidak cukup apabila tidak dibarengi langkah nyata di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak.
Menurutnya, PDAM harus transparan terkait penyebab gangguan distribusi air dan memberikan kepastian kapan pelayanan akan kembali normal. Selain itu, solusi darurat juga harus segera dilakukan agar masyarakat tidak semakin dirugikan.
“PDAM jangan hanya menyampaikan alasan teknis tanpa solusi nyata. Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah tindakan cepat dan pelayanan yang benar-benar dirasakan,” tegasnya.
Ia mendorong agar PDAM segera mengirim armada tangki air bersih gratis ke wilayah terdampak selama proses perbaikan berlangsung. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat, Andi mengaku akan segera berkoordinasi dengan komisi terkait di DPRD Kota Bengkulu untuk memanggil pihak PDAM Tirta Hidayah.
Ia berharap persoalan distribusi air di Perumahan Sukarami dapat segera ditangani sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan berkepanjangan.
“Saya akan segera koordinasikan dengan komisi terkait dan pihak PDAM agar masalah ini langsung ditindaklanjuti secepatnya. Jangan sampai warga terus menderita karena layanan yang tidak maksimal,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak PDAM Tirta Hidayah Kota Bengkulu terkait penyebab pasti matinya distribusi air bersih di kawasan tersebut.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra