TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus menunjukkan keseriusan dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah. Salah satu fokus utama saat ini adalah peningkatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan jalan strategis yang diyakini mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Terbaru, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, melakukan peninjauan langsung progres pembangunan jalan Ketahun–Napal Putih, Sabtu (23/8), di Kabupaten Bengkulu Utara. Jalan dengan total panjang 39 kilometer tersebut resmi mulai dikerjakan sekitar dua minggu lalu dan ditargetkan dapat diselesaikan secara bertahap.
“Pekerjaan jalan Ketahun–Napal Putih sebenarnya sudah dimulai dua minggu lalu. Pembangunan dilakukan dari dua sisi yang nantinya akan bertemu di tengah. Total panjang jalan ini 39 kilometer, namun tahun ini direalisasikan lebih dulu sepanjang 4 kilometer,” jelas Mian di sela peninjauan.
Menurutnya, realisasi tahap awal tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2025. Dengan komitmen dan dukungan anggaran, Mian optimistis jalan penghubung yang sangat vital ini dapat tuntas dalam kurun waktu dua tahun.
“InsyaAllah, komitmen Pak Gubernur tetap melanjutkan pembangunan ini. Tahun depan porsi anggaran infrastruktur akan lebih besar. Doakan saja agar pembangunan jalan sepanjang 39 kilometer ini bisa selesai dalam dua tahun ke depan,” tambahnya.
Prioritas Pemerataan Pembangunan
Dalam kesempatan itu, Mian menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Bengkulu tidak hanya terfokus pada satu daerah tertentu, melainkan dilakukan secara merata di seluruh kabupaten dan kota. Hal tersebut, katanya, merupakan wujud keadilan pembangunan agar seluruh masyarakat di Provinsi Bengkulu dapat merasakan manfaatnya.
“Tidak ada pembedaan antara kabupaten dan kota, semua wilayah mendapat porsi pembangunan. Prinsipnya, pembangunan ini untuk kepentingan rakyat, untuk membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Mian.
Jalan Ketahun–Napal Putih sendiri memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai jalur penghubung antarwilayah, tetapi juga sebagai akses penting bagi pergerakan ekonomi, perdagangan hasil pertanian, perkebunan, hingga distribusi barang kebutuhan pokok.
Dukungan PUPR Bengkulu
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, memastikan pembangunan jalan tersebut akan berlanjut sesuai rencana. Tahap awal yang tengah berlangsung hanya sebagian kecil dari total panjang jalan yang akan dikerjakan.
“InsyaAllah, tahun depan pembangunan jalan ini tetap dilanjutkan. Tahap awal yang dikerjakan tahun ini hanya empat kilometer, selebihnya akan diteruskan secara bertahap hingga tuntas,” ujar Tejo singkat.
Tejo menambahkan, pembangunan jalan Ketahun–Napal Putih membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar. Oleh karena itu, pengalokasian dana dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dan dukungan dari pemerintah pusat.
Harapan Masyarakat
Kehadiran Wakil Gubernur dalam peninjauan pembangunan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Mereka berharap proyek ini tidak hanya selesai sesuai target, tetapi juga memberikan dampak langsung dalam memudahkan akses transportasi.
Selama ini, kondisi jalan di wilayah Ketahun menuju Napal Putih memang masih banyak yang belum memadai. Hal tersebut kerap menyulitkan mobilitas warga, khususnya petani yang mengandalkan jalan tersebut untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian. Dengan adanya perbaikan, masyarakat optimistis hasil produksi mereka bisa lebih mudah dipasarkan dan harga jual lebih kompetitif.
Komitmen Pemprov Bengkulu
Pemprov Bengkulu berkomitmen menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama, sejalan dengan visi menjadikan Bengkulu lebih maju, produktif, dan berdaya saing. Jalan Ketahun–Napal Putih hanyalah salah satu dari sekian banyak proyek strategis yang digagas pemerintah.
Ke depan, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak hanya membuka akses antarwilayah, tetapi juga mendorong tumbuhnya sektor-sektor pendukung lain seperti perdagangan, investasi, dan pariwisata. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan infrastruktur ini merupakan fondasi bagi kemajuan Bengkulu. Semakin baik konektivitas kita, semakin terbuka pula peluang investasi dan ekonomi masyarakat,” pungkas Mian.
Pewarta : Am,g
Editing : Adi Saputra