Skip to main content

Pemilihan Bujang Gadis Kota Bengkulu 2026 Jadi Wadah Lahirkan Duta Wisata Muda Berprestasi

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Ketua TP PKK Ny. Diah Fitriani membuka malam penganugerahan Pemilihan Bujang Gadis Kota Bengkulu 2026 di Pendopo Merah Putih. Ajang tersebut menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus melahirkan duta wisata yang akan mempromosikan potensi daerah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong peran generasi muda dalam mendukung promosi daerah melalui ajang Pemilihan Bujang Gadis Kota Bengkulu 2026. Malam puncak penganugerahan yang berlangsung meriah di Pendopo Merah Putih, Kamis malam, menjadi momentum penting dalam mencari figur muda yang mampu menjadi wajah pariwisata dan budaya Kota Bengkulu.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional dol secara bersama-sama oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Ketua TP PKK Kota Bengkulu Ny. Diah Fitriani, Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah, Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu Riduan, Kepala Dinas Pariwisata Nina Nurdin, Kepala Dinas Kominfo Nurilla Dewi, serta General Manager RBTB M. Tasron.

Suasana semakin semarak dengan penampilan 36 finalis terbaik yang berhasil lolos dari proses seleksi ketat selama tiga bulan. Para peserta tersebut merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kota Bengkulu yang telah menunjukkan kemampuan, karakter, serta wawasan yang mumpuni selama masa karantina dan pembinaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Ketua TP PKK Ny. Diah Fitriani juga secara resmi dinobatkan sebagai Ayahanda dan Ibunda Bujang Gadis Kota Bengkulu. Penobatan itu menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan kapasitas generasi muda di daerah.

Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa ajang Bujang Gadis bukan sekadar kompetisi untuk menampilkan penampilan fisik peserta. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sarana pengembangan diri yang mampu membentuk karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperluas wawasan para peserta.

Ia menjelaskan bahwa para finalis nantinya akan menjadi representasi Kota Bengkulu dalam berbagai kegiatan promosi daerah. Karena itu, kemampuan berbicara di depan publik, pemahaman tentang potensi daerah, hingga penguasaan media sosial menjadi aspek penting yang dinilai oleh dewan juri.

“Ajang ini merupakan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas diri, meningkatkan wawasan serta keterampilan komunikasi yang akan menjadi bekal mereka dalam memperkenalkan daerah,” ujar Dedy.

Lebih lanjut, Dedy memaparkan bahwa saat ini Kota Bengkulu tengah melakukan berbagai pembenahan besar di sektor pariwisata dan ruang publik. Sejumlah kawasan strategis sedang ditata untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan.

Beberapa proyek yang tengah berjalan antara lain pengembangan kawasan Belungguk Point yang mengadopsi konsep destinasi wisata perkotaan modern, penguatan kawasan heritage di Kampung Cina, hingga revitalisasi sejumlah taman dan ruang terbuka publik.

Selain itu, pemerintah juga mempercantik kawasan pesisir melalui pembangunan dan penataan sejumlah taman pantai seperti Taman Ikan Kerapu, Taman Berkas, Taman Pasir Putih, revitalisasi Taman Remaja, serta pengembangan kawasan Danau Dendam Tak Sudah sebagai destinasi wisata unggulan.

Menurut Dedy, berbagai pembangunan tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia yang mampu mempromosikannya kepada masyarakat luas. Di sinilah peran Bujang dan Gadis Bengkulu menjadi sangat penting sebagai duta wisata yang mampu memperkenalkan potensi daerah melalui media digital maupun kegiatan promosi secara langsung.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap program kepemudaan, Dedy juga menyampaikan rencana peningkatan dukungan anggaran untuk penyelenggaraan ajang Bujang Gadis pada tahun mendatang. Ia berharap kegiatan ini dapat dikemas lebih besar, lebih profesional, dan semakin diminati generasi muda Kota Bengkulu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin mengatakan antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Dari sekitar 150 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, hanya 36 peserta yang berhasil melaju ke babak grand final.

Saat ini proses penjurian masih berlangsung untuk menentukan peserta terbaik yang akan masuk dalam tujuh besar, kemudian tiga besar, hingga akhirnya terpilih sebagai Bujang dan Gadis Kota Bengkulu 2026.

Nina berharap para peserta tidak hanya berhenti pada kompetisi semata, tetapi dapat terus berperan aktif dalam mempromosikan sektor pariwisata, budaya, serta menjaga kebersihan destinasi wisata yang ada di Kota Bengkulu.

Melalui ajang ini, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis akan lahir generasi muda yang kreatif, berwawasan luas, dan memiliki kecintaan tinggi terhadap daerah. Mereka diharapkan mampu menjadi ujung tombak promosi wisata Bengkulu sehingga semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra